Jam Tidur Ikan Terganggu Lampu Kota

- Editor

Senin, 6 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produksi melatonin ikan-ikan pada malam hari terhambat cahaya lampu perkotaan yang memantul ke langit.

Ikan yang hidup di perairan juga memiliki jam tidur pada malam hari. Rahasianya terletak pada produksi melatonin pada malam hari. Penelitian menunjukkan, produksi melatonin ikan-ikan terhambat oleh cahaya lampu perkotaan yang memantul ke langit.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO–Pedagang ikan hias di Pusat Promosi Ikan Hias, Jakarta, mengganti air di akuarium, beberapa waktu lalu. Ikan juga memerlukan waktu tidur yang cukup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelitian itu berjudul ”Apakah Cahaya Langit Mengurangi Kadar Melatonin Nokturnal pada Ikan Betok Eurasia?”. Penelitian dimuat dalam jurnal Environmental Pollution edisi 2 April 2020 yang juga dipublikasikan Science Daily. Penelitian dilakukan Franziska Kupprat dan Werner Kloas dari Universitas Humboldt, Berlin, Jerman, dan Franz Hölker dari Institut Perikanan Darat Leibniz, Berlin.

Ikan menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan tidur, meskipun ini tidak terlihat karena mereka tidak memiliki kelopak mata. Seperti halnya semua makhluk hidup lainnya, ikan membutuhkan tidur untuk regenerasi.

Dalam jurnal disebutkan, produksi melatonin pada ikan di laut lepas secara periodik juga terganggu oleh cahaya bulan. Namun, belum ada penelitian bagaimana dengan ikan di sekitar kota dengan pencahayaan sepanjang malam.

Tim peneliti menggunakan ikan betok Eurasia (Perca fluviatilis) yang diperoleh dari Danau Müggelsee di Berlin. Ikan-ikan disimpan di tangki dalam ruangan dengan penyinaran alami dan malam gelap setidaknya dua minggu sebelum pindah ke 12 akuarium pengaturan eksperimental yang dilengkapi lampu.

–Anak-anak Taman Kanak Kanak Pertiwi, Margorejo, Tempel, Sleman, mengamati koleksi ikan di wahana akuarium Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, Selasa (6/3/2012). Ikan membutuhkan cahaya gelap untuk tidur.

Periode eksperimental didasarkan pada penyinaran alami pada Oktober dan dikendalikan melalui saklar waktu dan unit kontrol. Siang hari dimulai pada pukul 06.30 dengan periode fajar di mana intensitas cahaya meningkat selama 3 jam hingga siang hari penuh, yang dimulai pukul 09.30 pagi dan berlangsung hingga 18.30 malam diikuti periode senja 3 jam di mana cahaya redup dan kondisi malam berlangsung 21.30 sampai 06.30 pagi. Kadar melatonin diukur dengan analisis air dalam tangki.

Hasilnya menunjukkan, kadar melatonin menurun selama siang hari yang cerah dan meningkat pada malam hari. Melatonin di dalam tangki air secara bertahap menurun dengan meningkatnya intensitas cahaya lampu tidak hanya selama malam hari, tetapi juga selama siang hari.

”Hal yang mengejutkan adalah intensitas cahaya langit kota cukup untuk menekan produksi melatonin pada ikan,” kata Franziska Kupprat.

Penelitian ini penting karena area besar di seluruh dunia dipengaruhi polusi cahaya kota semacam ini. Ini karena cahaya yang dipancarkan instalasi pencahayaan memancar ke langit, serta memantulkan awan dan partikel, menciptakan cahaya langit signifikan yang memanjang lebih jauh dari jari-jari cahaya sebenarnya dari sumber cahaya.

Berbagai jenis ikan hias ditawarkan kepada pengunjung di Akuarium Resto-Pendekar Gurami, Bekasi, 27 Maret 2014. Ikan tergganggu tidurnya jika cahaya menerangi akuarium terus-menerus.

Werner Kloas menjelaskan, efek tingkat melatonin yang terganggu adalah karena melatonin merupakan faktor penting yang memengaruhi tidur di vertebrata, termasuk ikan.

”Satu hal yang pasti adalah fungsi tubuh lainnya, seperti pertahanan kekebalan tubuh, pertumbuhan, dan reproduksi dapat terganggu perubahan produksi melatonin,” kata Kloas.

Oleh SUBUR TJAHJONO

Sumber: Kompas, 4 April 2020

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 51 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru