Ini Sebab Kabut Asap Hutan Riau Selimuti Singapura

- Editor

Jumat, 21 Juni 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran hutan di Riau yang menyebabkan asap tebal juga menyelimuti negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sejak 17 Juni 2013. Mengapa kabut asap tebal menyebar hingga ke negara tetangga tersebut?

Berdasarkan analisis sebaran asap yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hal tersebut terjadi karena faktor alam.

“Pertama disebabkan anomali cuaca di Indonesia sehingga arah angin berubah dari normalnya,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, hangatnya perairan laut Indonesia juga menyebabkan timbulnya pusat tekanan rendah dan siklon tropis. Massa uap air dan asap kemudian tertarik menuju pusat tekanan rendah (siklon tropis) itu. Pada 18 Juni 2013, tumbuh siklon tropis Leepi di Samudra Pasifik atau barat daya Jepang. Arah angin di Indonesia pun mengarah ke sana.

“Diperkirakan akan sampai 7 hingga 10 hari sejak terbentuknya 18 Juni itu,” kata Sutopo.

Setelah itu, pada 20 Juni 2013, tumbuh siklon tropis Bebinca di Laut China Selatan atau sebelah barat Filipina menuju Vietnam. Kondisi itulah yang menyebabkan asap di Riau mengalir ke arah timur hingga Kalimantan. Asap kemudian berbelok ke arah utara menuju siklon tropis.

“Dalam perjalanannya, asap tersebut melalui Singapura dan menimbulkan jarak pandang berkurang,” ujarnya.

BNPB dan pihak terkait telah mempersiapkan hujan buatan untuk menghentikan kebakaran hutan Riau. Sebanyak dua pesawat Casa 212, yaitu pesawat TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusumah dan pesawat BPPT yang berada di Banjarmasin, telah diterbangkan ke Pekanbaru, Jumat. Pesawat Hercules C-130 TNI AU pun diterbangkan dari Lanud Husein Sastranegara Bandung ke Pekanbaru, ditambah dua helikopter untuk water bombing.

Pemadaman api lahan dan hutan akan terus dilakukan melalui darat, udara, melalui water bombing dengan menggunakan helikopter, dan hujan buatan dengan menggunakan pesawat terbang. Terakhir, lakukan sosialisasi dan penegakan hukum atas terjadinya kebakaran itu.

Seperti diketahui, jumlah titik api di hutan Riau meningkat sejak 15 Juni 2013. Diperkirakan 200 hektar lahan gambut masih terbakar. Kabut asap juga telah menyasar ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Kedua negara tersebut mulai diselimuti asap tebal pada Senin (17/6/2013).  Asap tebal itu telah mengganggu kesehatan dan mengganggu aktivitas warga.

Editor: Yunanto Wiji Utomo  Penulis: Dian Maharani

Sumber: Kompas.com,Jumat, 21 Juni 2013

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 14 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB