Home / Berita / Gempa-Tsunami Sulteng, 38 Kampus PTN Siap Tampung Mahasiswa Universitas Tadulako

Gempa-Tsunami Sulteng, 38 Kampus PTN Siap Tampung Mahasiswa Universitas Tadulako

Sebanyak 38 kampus perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia siap menampung mahasiswa Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah, yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami untuk berkuliah sementara atau sit in. Salah satu kampus yang menjadi tempat perkuliahan sementara mahasiswa Universitas Tadulako adalah Universitas Indonesia. Untuk mahasiswa Universitas Tadulako yang berada di daerah Jakarta dan sekitarnya dipersilakan melaporkan diri ke Direktorat Pendidikan UI di Gedung Pusat Administrasi UI kampus Depok.

Rektor UI Muhammad Anis, Kamis (4/10/2018), mengatakan duka yang dirasakan masyarakat Palu – Donggala dan wilayah lainnya, turut dirasakan pula oleh segenap Bangsa Indonesia, khususnya sivitas akademika UI. Untuk itu, UI mendukung sepenuhnya penyelenggaraan kuliah sementera atau “Sit in” yang diinisiasi oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO–Para korban gempa dan tsunami, Selasa (2/10/2018), meninggalkan Kota Palu dengan menumpang pesawat Hercules TNI AU di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu.

“Kepada mahasiswa Universitas Tadulako yang tengah kembali ke Jakarta, Depok, dan sekitarnya, diperkenankan lapor diri ke UI agar dapat kembali mengikuti perkuliahan sesuai dengan jurusan yang diambil di universitas asal,” ujar Anis.

Anis mengatakan UI berkomitmen untuk memberikan layanan birokrasi yang nyaman dan mudah, mengingat para mahasiswa memiliki hak untuk memperoleh akses pendidikan. Dalam waktu dekat, UI juga akan menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi 600 mahasiswa Universitas Tadulako dengan mata kuliah Hukum Kekayaan Intelektual.

ANTARA/INDRIANTO EKO–Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Menristekdikti M. Nasir (kiri) dan Rektor UI Muhammad Anis (kedua kanan) secara simbolik meresmikan Forum Kebangsaan UI di sela sidang terbuka Dies Natalis UI ke-68 di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2). Dalam acara Dies Natalis tersebut, Presiden juga meresmikan Forum Kebangsaan UI yakni sebuah forum berisi para akademisi, ahli kepakaran, serta guru-guru besar UI yang dalam kegiatannya akan membahas isu-isu strategis bangsa

Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI Rifelly Dewi Astuti menjelaskan kegiatan perkuliahan di Universitas Tadulako harus dihentikan sementara karena tengah menjalani proses rekonstruksi bangunan dan operasional kampus. Diharapkan segenap sivitas akademika Universitas Tadulako beserta institusi pendidikan di wilayah yang terkena dampak bencana ini dapat segera pulih, diberikan kesabaran dan ketabahan serta keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan kembali dengan baik atas dukungan seluruh pihak.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI) yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas terganggunya proses perkuliahan di Universitas Tadulako. Untuk dapat membantu kelangsungan proses belajar para mahasiswa Universitas Tadulako, MRPTNI menginisiasi program kuliah sementara atau sit in bagi mahasiswa Untad yang sekarang sedang mengungsi di luar Palu.

Mahasiswa Universitas Tadulako dipersilakan untuk dapat mengikuti program sit in pada program studi yang berkesesuaian. Sampai saat ini, ada 38 perguruan tinggi negeri yang siap menjalankan program sit in bagi mahasiswa Universitas Tadulako, dan jumlahnya bisa saja bertambah.

Adapun perguruan tinggi yang menerima program sit in mahasiswa Universitas Tadulako, yakni

– Institut Teknologi Bandung (ITB)
– Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta
– Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung
– Universitas Diponegoro (Undip), Semarang
– Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar
– UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya
– Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta
– Universitas Airlangga (Unair), Surabaya
– Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung
– Universitas Andalas (Unand), Padang
– Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya
– Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo
– Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Surabaya
– Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak
– Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor
– Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari
– Universitas Brawijaya (UB), Malang
– Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado
– Universitas Raden Tirtayasa (Untirta), Banten
– Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin
– Universitas Mulawarman (Unlam), Samarinda
– Universitas Khairun (Unkhair), Ternate
– Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Majene
– Universitas Sumatera Utara (USU), Medan
– Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang
– Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja
– Universitas Negeri Manado (Unima), Minahasa-Manado
– Universitas Negeri Makassar (UNM), Makassar
– Universitas Negeri Medan (Unimed), Nedan
– Universitas Indonesia (keterangan : FK UI hanya menerima yg co as), Jakarta
– Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang
– Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Madura
– Universitas Negeri Malang (UM), Malang
– Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh
– Universitas Lampung (Unila), Lampung
– Universitas Negeri Padang (UNP), Padang
– Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta
– Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gorontalo

ESTER LINCE NAPITUPULU

Sumber: Kompas, 4 Oktober 2018
————————

ITS Tawarkan Kuliah Sit In Gratis

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Jawa Timur siap menerima mahasiswa sit in dari Universitas Tadaluko, Palu, Sulawesi Tengah. Mereka bisa berkuliah secara gratis hingga rehabilitasi bangunan kampus yang rusak akibat gempa dan tsunami selesai diperbaiki.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Joni Hermana, Rabu (3/10/2018), di Surabaya mengatakan, bantuan itu diputuskan setelah rektor Universitas Tadaluko Prof Muhammad Basir mengabarkan bahwa fasilitas di kampus tersebut rusak akibat gempa. Kerusakan itu membuat kegiatan akademik tidak bisa dilakukan.

“Mendengar hal itu, saya menawarkan bantuan untuk menerima mahasiswa kuliah sit in di ITS sambil menunggu perbaikan bangunan kampus selesai dilakukan,” ujarnya.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA–Tim Barunastra dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mempersiapkan kapal tanpa awak, Nala Heroes untuk diujicoba di sebelum berlaga di 11th Annual International RoboboatCompetition pada 18-24 Juni 2018 di Florida, Amerika Serikat di Kampus ITS, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/6/2018). Kapal tersebut dipersiapkan untuk menyelesaikan lima misi dalam kompetisi tersebut.

Menurut Joni, ITS siap menampung mahasiswa Universitas Tadaluko yang ingin berkuliah di ITS untuk sementara waktu. Jangan sampai kegiatan perkuliahan terhenti karena bangunan rusak akibat gempa. Oleh sebab itu, mahasiswa bisa mengambil perkuliahan di ITS melalui kuliah sit in selama masa perbaikan Gedung kampung yang diperkirakan membutuhkan waktu enam bulan.

“Nilai mahasiswa selama kuliah sit in akan tetap dihitung menggunakan sistem transfer kredit sehingga bisa diakumulasi di sistem,” kata Joni.

KOMPAS/DEONISIA ARLINTA–Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar

Selain ITS, lanjut Joni, ada lebih dari 30 universitas yang menyatakan kesanggupannya menerima mahasiswa Universitas Tadaluko. Mereka sepakat untuk berkontribusi untuk membantu mahasiswa agar tidak berhenti berkuliah akibat gempa.

Bantuan ke Palu
Selain bantuan pendidikan, ITS juga menyiapkan bantuan berupa logistik untuk mengatasi kondisi darurat awal dan bantuan untuk pemulihan infrastruktur seperti yang dilakukan di Lombok. “Tahap pemulihan itu tidak lagi bicara logistik, tetapi lebih ke infrastruktur. Nanti mungkin dari situ kita mencoba melihat kondisi di lapangan,” ucap Joni.

Menurut dia, kondisi di Palu berbeda dari kondisi bencana yang ada di Lombok karena tanahnya ambles ke dalam. Selain itu, kondisi ini diperparah dengan tsunami yang membawa air dan lumpur sehingga menimbun bangunan-bangunan infrastruktur yang ada di sana. Kondisi tersebut membuat penentuan bantuan berupa infrastruktur belum bisa ditentukan dari sekarang karena harus melihat perkembangan di lapangan. “Sama halnya dengan gempa di Lombok, ITS juga mengalokasikan dana sebesar Rp 200 juta,” katanya.

Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Rektor Universitas Tadaluko, mahasiswa diliburkan selama satu bulan sejak 1 Oktober hingga 3 November 2018. Namun, kegiatan perkuliahan tidak dihentikan secara total karena pihak kampus memberikan beberapa pilihan, di antaranya melalui pendekatan blended learning, pembelajaran jarak jauh, kuliah sit in, dan pindah lokasi co-ass bagi mahasiswa kedokteran.

“Saat ini banyak eksodus mahasiswa Universitas Tadaluko yang dipanggil pulang orangtua ke kampung halaman masing-masing,” kata Basir.–IQBAL BASYARI

Sumber: Kompas, 4 Oktober 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: