Home / Berita / Fly Over Kelok Sembilan: Eksotisme Mega Proyek Anak Bangsa

Fly Over Kelok Sembilan: Eksotisme Mega Proyek Anak Bangsa

FENOMENA alam yang eksotis dibalut sejuknya hawa kawasan perbukitan, semakin memberi nilai tambah bagi Fly Over Kelok Sembilan. Para pengendara roda dua maupun roda empat, seakan dimanjakan oleh keindahan panorama areal bersejarah tersebut.

Pada hakikatnya, pembangunan jembatan layang Kelok Sembilan ini merupakan proyek besar karya anak bangsa, yang telah menuangkan ide cemerlangnya dalam merancang konstruksi dan mengerjakan jembatan layang ini.

Tak ada campur tangan asing dalam pembangunan megaproyek yang menghabiskan dana lebih dari Rp540 miliar ini.

Sebelum memasuki tahun 2013, Fly Over Kelok Sembilan telah dilengkapi penerangan, sehingga semakin mempercantik rupanya di ketika senja merangkak, apalagi pada malam hari.

Menyusul tahap satu, proyek Fly Over Kelok Sembilan tahap dua juga telah rampung pengerjaannya dan direncanakan akan diresmikan pada penghujung Oktober 2013 ini.

Pembangunan jembatan sekaligus ruas jalan baru di sekitar Kelok Sembilan dimulai sejak tahun 2003 lalu. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, dengan 964 meter di antaranya merupakan jembatan dengan lebar mencapai 13,5 meter dan tinggi pelindung di sisi kiri dan kanan 1 meter.

Pembangunan ditangani dalam dua tahap. Tahap satu (pertama) adalah pembangunan empat jembatan sepanjang 720 meter dengan jalan penghubung sepanjang 1.950 meter, sedangkan tahap dua, membangun dua jembatan sepanjang 250 meter dan jalan penghubung sepanjang 1 kilometer.

Pembangunan dan pengalokasian anggaran dilakukan secara bertahap sejak tahun 2003 hingga tahun 2012.

Dari tahun 2003 sampai 2007, masing-masing pekerjaan menghabiskan biaya Rp10,345 miliar, Rp13,920 miliar, Rp10,725 miliar, Rp30 miliar, Rp15 miliar.

Sedangkan dari tahun 2007 sampai 2009 Rp173 miliar, dan 2011 Rp60 miliar. Untuk tahun 2012, dianggarkan lagi dana senilai Rp198 miliar.

Dengan demikian, keseluruhan biaya pembangunan tahap satu jembatan dan jalan Kelok Sembilan telah menghabiskan dana Rp312,99 miliar. (ede)

Sumber: beritalima on Thursday, 3 October 2013 | 18:46
——————
Jembatan Layang Kelok Sembilan, Karya Monumental Anak Bangsa

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar mengadakan sosialisasi dan penyuluhan Kawasan Kelok Sembilan di Kantor Bupati 50 Kota di Sarilamak, Sumatera Barat. Ini terkait dengan hampir rampungnya pembangunan tahap dua Fly Over (jembatan layang, Red) Kelok Sembilan.

Pembangunan jembatan layang Kelok Sembilan ini merupakan proyek besar karya anak bangsa, menuangkan ide cemerlangnya dalam merancang konstruksi dan mengerjakan jembatan layang ini. Tak ada campur tangan asing dalam pembangunan proyek yang menghabiskan biaya sebesar Rp540 miliar lebih ini.

Proyek Fly Over Kelok Sembilan ini baru selesai tahap I dan telah menelan anggaran senilai Rp350 miliar dan pengerjaan tahap II sedang berjalan dan diharapkan dapat diresmikan 2013 mendatang. Sejak 15 Agustus 2012 lalu Jembatan Layang Kelok Sembilan tahap I sudah dapat dimanfaatkan untuk mengurai kemacetan arus mudik dan balik pada Idul Fitri 1433 H di jalur tersebut.

Dalam sosialisasi Kawasan Kelok Sembilan ini, Kepala Disprasjal Sumatera Barat, Suprapto mengatakan, secara teknis jalan layang Kelok Sembilan sudah aman dilintasi. Rambu-rambu lalu lintas untuk keselamatan pengendara telah dipasang di sejumlah titik. Rambu-rambu pun telah dipasang seperti larangan berhenti bagi pengendara di jalan layang itu untuk mencegah dijadikannnya lokasi itu sebagai objek wisata.

Jalan lama Kelok Sembilan itu sendiri dibangun pemerintah kolonial Belanda tahun 1932 dan memiliki pesona tersendiri dengan posisinya yang berada di ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut. Pembangunan Fly Over Kelok Sembilan tanpa menghilangkan jalan lama yang penuh pesona itu.

Fly Over Kelok Sembilan dikerjakan oleh tiga kontraktor raksasa, yaitu PT. Waskita Karya, Adhi Karya dan Hutama Joint Operation (WAH Jo). “Ketiga perusahaan ini sudah bertaraf

internasional dan sudah memperlihatkan kinerja yang profesional,” ujar Ir. Sahdin Zunaidi,  M.Si., Kepala BKSDA Sumbar yang didampingi Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab 50 Kota Ir. Deswan Putra.

Dulu banyak pihak beranggapan pembangunan jalan dan jembatan Kelok Sembilan akan menghilangkan nilai sejarah yang menjadi kebanggaan Sumbar, tetapi ternyata tidak. Kelok Sembilan yang lama tetap bisa dinikmati sebagai keindahan wisata.(nto/)
————-
SBY Akan Resmikan Fly Over Kelok 9

Impian masyarakat Sumbar dan Riau memuluskan akses kedua daerah sebentar lagi terwujud, menyusul hampir tuntasnya pembangunan fly over (pelayangan) Kelok Sembilan. Pengerjaan megaproyek ini tinggal 10 persen lagi.

Menurut rencana, pembangunan pelayangan Kelok Sembilan rampung pada Agustus 2013 dan akan diresmikan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Mulyadi bersama Komisi V DPR RI dan Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto Husaini, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Besar Jalan Nasional Dahler, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kelok Sembilan Rina Kumala ke lokasi pembangunan Kelok Sembilan, akhir pekan kemarin.

Dalam peninjauan itu, diketahui pengerjaan fly over tinggal satu unit jembatan dengan panjang 230 meter, dan dua ruas jalan penghubung dengan total panjang hampir 1 Km. Keduanya masih dalam pengerjaan, dan diharapkan tuntas pertengahan tahun ini.

”Meski masih ada sisa pengerjaan yang harus dilakukan, namun saya minta itu diselesaikan on time, sehingga bisa diresmikan secepatnya oleh Presiden SBY sekitar Agustus 2013 ini,” sebut Mulyadi didampingi anggota Komisi V lainnya di sela-sela peninjauan fly over Kelok Sembilan.

Mulyadi mengatakan, Komisi V terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Kelok Sembilan dengan mengalokasikannya anggaran pembangunan tiap tahun. Tahun 2011 sekitar Rp100 miliar, tahun 2012 Rp200 miliar.

”Sedangkan di 2013 akan dialokasikan lagi sebesar Rp50 miliar,” terang politisi Partai Demokrat tersebut.

Alokasi dana Rp50 miliar di 2013 itu, kata Mulyadi, untuk pembiayaan review design fondasi jalan untuk penyesuaian konstruksi ramah gempa dan percepatan pengerjaan ruas jalan penghubung dan satu unit jembatan.

Fly over Kelok Sembilan bakal mendorong percepatan ekonomi di Sumbar, khususnya Kabupatan Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.

Mulyadi mendukung rencana Satker Balai Besar Jalan Nasional Wilayah II, yang akan membangun lokasi wisata pada jalan Kelok Sembilan yang lama.

Menurutnya, peluang itu harus ditangkap Bupati Limapuluh Kota, mengingat banyaknya kunjungan masyarakat Riau berwisata ke Sumbar.

Kasatker Balai Besar Jalan Nasional, Dahler membenarkan ada perubahan jadwal pembangunan Kelok sembilan karena ada perubahan desain fondasi jalan.

”Perubahan dilakukan karena adanya potensi gempa. Makanya, fondasi digali lagi,” papar Dahler.

Dia menambahkan, fokus Balai Besar Jalan Nasional Wilayah II saat ini adalah menyiapkan pengerjaan pascapelaksanaan pelayangan berupa pembuatan zona penyangga, mengingat kawasan Kelok Sembilan merupakan zona suaka alam.

”Artinya ekositem yang ada di kawasan itu harus tetap terjaga dan tetap asri. Hal itu dipadu dengan program landscape Kelok Sembilan, yang menjadikan tempat itu juga bisa menjadi lokasi wisata,”  jelasnya.

Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Kelok Sembilan, Rina Kumala menerangkan, pembangunan Kelok Sembilan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I di mulai 2003 hingga 2011.

Total anggarannya mencapai Rp350 mliar lebih. Sedangkan tahap II dimulai 2012 hingga 2013, dengan total anggaran mencapai Rp 50 miliar.

Kepala Badan Pembinaan Konstruksi, Hediyanto Husaini menambahkan, pembangunan Kelok Sembilan adalah hasil karya anak bangsa yang bisa dibanggakan.

”Di awal pembangunan dulu banyak kendala, mulai dari lahan, masalah teknis hingga soal dana. Saat itu datang tawaran dari pihak Jepang yang siap beri dukungan dana Rp160 miliar untuk biayai pembangunan. Di balik bantuan yang akan diberikan Jepang itu, ada konsekuensi yang harus diambil pemerintah, bahwa untuk pelaksana hingga penyediaan bahan diambil oleh mereka. Kontan saja hal itu saya tolak,” kenang Hediyanto.

Bila tawaran itu diterima, lanjutnya, kapan lagi anak bangsa ini bisa berkarya lebih baik lagi, terlebih di bidang konstruksi.
”Hingga akhirnya disepakatilah bahwa pembangunan Kelok Sembilan didanai APBN, meski dilakukan secara bertahap,” ulasnya.
”Alhamdulillah, impian serta karya anak bangsa kita bisa digunakan sebentar lagi,” kata mantan Kepala Dinas PU Sumbar itu.(zid/rpg/zed)

Sumber: Riau Post, 26 Februari 2013 – 09.22 WIB

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

”Big Data” untuk Mitigasi Pandemi di Masa Depan

Kebijakan kesehatan berbasis “big data” menjadi masa depan pencegahan pandemi berikutnya. Melalui ”big data” juga, ...

%d blogger menyukai ini: