Dua Siklon Tropis Masih Beredar di Selatan Indonesia

- Editor

Kamis, 11 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bibit siklon 90S di Samudra Hindia sebelah selatan Pulau Jawa tumbuh menjadi siklon tropis Odette. Keberadaan siklon ini dan siklon Seroja akan memengaruhi cuaca di sejumlah wilayah di Indonesia.

—–Dua siklon tropis masih beredar di Samudra Hindia, sebelah selatan Indonesia (sumber: BMKG).

Bibit siklon 90S di Samudra Hindia sebelah selatan Pulau Jawa tumbuh menjadi siklon tropis Odette sejak Jumat (9/4/2021) pagi. Adapun siklon Seroja berada sekitar 480 kilometer di sebelah selatannya. Dua siklon ini bergerak menjauhi Indonesia dan memberi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat dalam 24 jam ke depan yang dapat disertai kilat serta angin kencang bisa terjadi di wilayah Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali. Potensi tersebut dipastikan tidak akan seekstrem seperti ketika kejadian siklon tropis Seroja masih di dekat wilayah Nusa Tenggara Timur,” tutur Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto, di Jakarta, Jumat.

Selain potensi hujan dan angin kencang, dua siklon ini menyebabkan gelombang setinggi 2,5-4 meter di perairan Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Pulau Jawa, dan Samudra Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur. Sementara gelombang dengan tinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa-Bali.

Saat baru terbentuk, siklon Odette berada di koordinat 14,2 Lintang Selatan (LS) dan 107,7 Bujur Timur (BT), sekitar 780 kilometer (km), sebelah selatan barat daya Kota Cilacap. Pada Sabtu (10/4) pagi, siklon ini akan berada di 18,7 LS dan 112,4 BT atau sekitar 1240 km sebelah selatan Cilacap dengan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Sementara itu, siklon Seroja telah berada di koordinat 19 LS dan 110 BT, sekitar 1.260 km sebelah selatan Cilacap pada Jumat pagi. Siklon ini diperkirakan sudah ada di lokasi sekitar 1.430 km sebelah selatan Cilacap pada Sabtu pagi dengan pergerakan terus menjauhi wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, siklon tropis Seroja diprediksi masih akan bertahan hingga tiga hari ke depan. Adapun siklon Odette diprediksi masih akan bertahan hingga dua hari ke depan.

Siklon Tropis Seroja diprediksi akan berinteraksi dengan siklon tropis Odette dikarenakan lintasan mereka akan berimpit. Siklon tropis Odette diprediksi akan mulai melemah seiring dengan dominasi siklon tropis Seroja pada Sabtu. Dampak kedua siklon tropis ini pada 48-72 jam ke depan hanya ke gelombang laut dengan ketinggian hingga 6 meter di wilayah Samudra Hindia selatan.

Tren siklon
Kepala Subbidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Siswanto mengatakan, berdasarkan data sejarah selama 42 tahun, siklon tropis paling banyak terjadi di perairan selatan Indonesia pada Februari sebanyak 23 persen atau rata-rata 2,9 kali sebulan. Siklon terbanyak berikutnya terjadi pada Maret sebanyak 22 persen, Januari 21 persen, Desember 14 persen, dan April 11 persen. Namun, siklon tropis yang tumbuh atau melintasi NTT pada umumnya terjadi di bulan April. Selama Juni, Juli, Agustus, dan September hampir tidak terdapat kejadian siklon tropis di perairan ini.

Untuk perairan utara Indonesia, berdasarkan data pencatatan 56 tahun, siklon tropis paling banyak terjadi pada Agustus, yaitu mencapai 20 persen. Rata-rata terjadi 5,2 siklon tropis pada bulan ini. Berikutnya, pada September terjadi sebanyak 18 persen dan Oktober 15 persen.

Oleh AHMAD ARIF

Editor: ICHWAN SUSANTO

Sumber: Kompas, 9 April 2021

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 6 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB