Dampak Banjir dan Longsor Dipetakan

- Editor

Sabtu, 25 Juni 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daerah yang dilanda banjir serta longsor di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (18/6), telah dipetakan secara cepat oleh Badan Informasi Geospasial memakai drone atau wahana tanpa awak. Pemetaan itu dilakukan berbasis peta batas administrasi.

“Peta itu diperiksa silang dengan Peta Rawan Bencana yang dibuat Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik Badan Informasi Geospasial (BIG),” kata Kepala Parangtritis Geomaritime Science Park BIG Theresia Retno Wulan, Jumat (24/6), di Jakarta.

Drone itu bertipe quadcoper dengan empat baling-baling vertikal. Drone yang disebut DJI phantom 3 professional tersebut berkecepatan 16 meter per detik. “Untuk foto udara, drone dilengkapi kamera kapasitas 12 megapiksel untuk menghasilkan gambar ukuran 4.000 x 3.000 piksel dengan format gambar JPEG dan DNG,” kata Retno.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemetaan kawasan itu dilakukan drone selama 15 menit untuk meliput kawasan seluas 2 hektar. Data dari drone ditransmisi secara remote sampai jarak 3 kilometer. “Hasil pemotretan bisa untuk skala rinci, resolusi 2,5 sentimeter,” ujarnya.

Dalam pemetaan itu ditetapkan tiga tingkatan bencana banjir dan longsor, yakni tinggi, sedang, dan rendah. Klasifikasi itu didasari kerugian materi dan kerusakan. “Kulon Progo ialah daerah dengan kerusakan terparah akibat banjir dan longsor,” kata Retno. Longsor juga melanda Kabupaten Purworejo.

Sebagai contoh, foto udara yang diambil dari drone di Desa Kulur, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, menunjukkan pembelokan alur Sungai Seling jadi titik awal debit air sungai menerobos tanggul badan sungai. Air yang semula bergerak lurus melimpas ke alur sungai yang berbelok. Akibatnya, air sungai menggerus alur badan sungai.

Peta yang dihasilkan BIG bisa dipakai pemda dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan penanggulangan, evakuasi, serta rehabilitasi wilayah terdampak.

Peringatan dini
Peringatan dini ada potensi hujan lebat, 17-20 Juni 2016, di wilayah tengah Pulau Jawa, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta, dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hujan disertai petir dan angin kencang lebih dari 8 jam, Sabtu, 18 Juni 2016, membuat sedikitnya 12 kecamatan di 4 kabupaten/kota DIY terdampak banjir dan kerusakan.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho, banjir dan longsor di DIY, Sabtu lalu, meliputi Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, dan Bantul. Lokasi longsor di Jawa Tengah adalah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, Magelang, dan Sragen. (YUN)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 25 Juni 2016, di halaman 14 dengan judul “Dampak Banjir dan Longsor Dipetakan”.

Informasi terkait

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 September 2026 - 20:13 WIB

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Jumat, 18 September 2026 - 06:33 WIB

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB

Artikel

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:13 WIB

Artikel

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Jumat, 18 Sep 2026 - 06:33 WIB

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB