Catatan Iptek; Teknologi Nirmanusia

- Editor

Rabu, 10 September 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toko daring Amazon mengumumkan akan segera mengirimkan barang-barang pesanan menggunakan drone atau pesawat tanpa awak. Teknologinya telah siap pakai, hanya terkendala aturan penerbangan sipil. Jika aturan itu bisa diterobos, Amazon memperkirakan lebih dari 82 persen barang pesanan akan dikirim tanpa kurir manusia lagi.

Cukup tekan koordinat, ”Amazon Prime Air”, yaitu drone berbaling-baling empat, akan mengirimkan barang-barang ke depan pintu pelanggan kurang dari 30 menit, sebagaimana didemonstrasikan perusahaan ini pada situs Youtube. Dengan drone, Amazon akan menghemat tenaga kurir, tetapi lebih penting lagi memangkas waktu pengiriman yang kerap terkendala kemacetan lalu lintas.

Tak hanya Amazon, perusahaan binatu di Pennsylvania, Amerika Serikat, Manayunk Cleaners, pada Juli 2013 telah menjajal drone untuk mengantarkan pakaian bersih kepada pelanggan mereka (http://www.nydailynews.com, 10 Juli 2013). Dua contoh ini menggambarkan masa depan dunia yang semakin minim sentuhan langsung manusia.
Revolusi ”drone”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Drone, yang secara leksikal dimaknai sebagai ’suara dengung’— nyaris senyap—biasanya muncul dari kepakan sayap lebah (http://www.oxforddictionaries.com) telah menjelma sebagai pesawat nirawak yang diramalkan akan mengubah wajah dunia masa mendatang. Teknologi ini mampu memangkas biaya hingga 10 kali lipat lebih murah dibandingkan teknologi konvensional.

Teknologi awal drone yang berkembang pada 1950-an berupa pesawat mainan yang dikendalikan jarak jauh (remote control), kini terintegrasi satelit dan radar. Bahkan, dalam industri militer—yang selalu selangkah lebih maju daripada dunia komersial—telah tercipta teknologi drone yang mampu terbang 36 jam tanpa henti. Bandingkan dengan pesawat terbang komersial yang hanya bisa terbang belasan jam.

Oleh karena itu, di luar fungsinya sebagai pesawat pengintai dan mesin pembunuh kala perang, kini drone telah dimanfaatkan dalam berbagai dimensi kehidupan. Mulai dari pekerjaan berisiko, seperti pemetaan zona bahaya, pemantauan kondisi gunung api dan tornado, hingga mencari orang hilang di alam liar.

31512Pesawat ini juga telah dimanfaatkan dalam pembuatan film sekelas Hollywood ataupun industri fotografi aerial yang selama ini mengandalkan pesawat terbang dan helikopter berbiaya tinggi. Di sektor pertanian, drone bisa digunakan untuk menghalau ternak atau menyurvei kondisi lahan pertanian.

Tak hanya bertujuan komersial, drone juga menumbuhkan gairah para pemula untuk sekadar menyalurkan hobi berfoto diri dari sudut yang unik. Bahkan, drone telah dipakai untuk aktivitas sangat privat, misalnya untuk menyerahkan cincin lamaran seperti dilakukan Jason Muscat, pemuda di San Francisco.

Studi yang dilakukan Association for Unmanned Vehicle Systems International (AUVSI) menyebutkan, nilai ekonomi dari drone bakal mencapai 82 juta dollar AS dan menciptakan 100.000 peluang kerja baru dalam satu dekade mendatang. Namun, tak disebutkan berapa banyak jumlah pekerjaan yang hilang karena kemunculan drone.

Teknologi pada dasarnya memang diciptakan untuk memudahkan kerja manusia. Teknologi nyatanya juga bisa meminggirkan keberadaan manusia. Namun, seperti diingatkan penulis dan filsuf Amerika, Elbert Green Hubbard (1856–1915), ”Satu mesin mungkin bisa menggantikan kerja 50 orang biasa. Namun, seribu mesin tak akan pernah bisa menggantikan kerja satu orang yang luar biasa.”

Oleh: Ahmad Arif

Sumber: Kompas, 10 September 2014

Informasi terkait

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan
Berita ini 24 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 September 2026 - 20:13 WIB

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Jumat, 18 September 2026 - 06:33 WIB

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB

Artikel

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:13 WIB

Artikel

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Jumat, 18 Sep 2026 - 06:33 WIB

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB