Cara Budidaya Rafflesia Belum Ditemukan

- Editor

Selasa, 19 April 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cara membudidayakan bunga rafflesia yang tergolong langka belum ditemukan. Para ilmuwan mendorong pemerintah terus mengupayakan keselamatan habitatnya di hutan alam sehingga bunga itu tidak punah.

”Beberapa hari lalu bunga rafflesia di Taman Nasional Kerinci Seblat mekar. Namun, perambahan hutan di taman nasional itu sangat mengkhawatirkan kelangsungan habitat bunga rafflesia,” kata ahli konservasi tumbuhan, Prof Ervizal AM Zuhud, dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Senin (18/4).

Taman Nasional Kerinci Seblat berada di empat wilayah provinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Kawasan taman nasional ini berada di Pegunungan Bukit Barisan Selatan bagian tengah pulau Sumatera seluas 1.368.000 hektar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bunga rafflesia memiliki sedikitnya 27 spesies. Salah satunya, spesies Rafflesia arnoldi yang diperkirakan tanaman asli wilayah Bengkulu. Melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993, Rafflesia arnoldi ditetapkan sebagai puspa langka, diikuti penetapan lain, yaitu melati sebagai puspa bangsa dan anggrek bulan sebagai puspa pesona.

Ervizal mengatakan, pelestarian bunga rafflesia mempersyaratkan pelestarian hutannya. Pemerintah didesak untuk memprioritaskan penyelamatan hutan sebagai habitat bunga itu.

Teknik budidaya

Secara terpisah, peneliti bunga rafflesia dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sofi Mursidawati, mengatakan, upaya mencari teknik budidaya bunga rafflesia masih terus diupayakan.

”Kami mengembangkan salah satu spesies rafflesia dari Pangandaran, Jawa Barat, tetapi belum sepenuhnya bisa dikatakan berhasil menemukan teknik budidayanya,” kata Sofi.

Menurut dia, ada karakter biologis yang belum sepenuhnya bisa diungkap dari berbagai spesies bunga rafflesia. Begitu pula untuk mengetahui cara perkembangbiakannya.

Rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang menumpang di pohon inang. Menurut Sofi, Rafflesia arnoldi di Bengkulu memiliki inang pohon liana dari genus Tetrastigma. Perambahan hutan menyebabkan pohon liana makin langka.

”Liana itu pohon merambat yang sering ditebas batangnya, kemudian diambil airnya untuk diminum di tengah hutan,” kata Sofi.

Menurut Sofi, jaminan kelangsungan hidup berbagai pohon genus Tetrastigma menjadi prasyarat utama kelangsungan hidup berbagai spesies bunga rafflesia. Saat ini LIPI terus menggalakkan konservasi berbagai jenis tumbuhan inang rafflesia di Kebun Raya Bogor.

Bunga bangkai

Bunga rafflesia sering dipahami sebagai bunga bangkai. Persiapan bunga Rafflesia arnoldi untuk tumbuh mekar membutuhkan sedikitnya masa 9 bulan, kemudian diikuti masa bunga mekar selama 5 hari sampai 7 hari dan menebarkan bau busuk sehingga disebut bunga bangkai. Setelah masa itu bunga rafflesia layu dan mati.

Selain rafflesia, LIPI mengoleksi spesies bunga bangkai lain, yaitu Amorphophallus titanum yang ditanam di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. Spesies ini berbeda dengan rafflesia.

”Kami sudah bisa membudidayakan Amorphophalus,” kata Yuzammi, ahli bunga bangkai dari LIPI.

Seperti dikhawatirkan para ilmuwan lain, habitat alami bunga bangkai Amorphophalus di Sumatera, menurut Yuzammi, juga terancam. (NAW)

Sumber: Kompas, 19 April 2011

Informasi terkait

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Berita ini 20 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Berita Terbaru

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Berita

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Artikel

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB