Rafflesia Mekar di Kebun Raya Cibodas

- Editor

Rabu, 6 Juli 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, kedatangan tamu pada musim liburan sekolah kali ini. Bunga Rafflesia rochussenii mekar untuk pertama kali di lokasi konservasi yang terletak di dataran tinggi ini.

Menurut Kepala Balai Konservasi Tanaman Kebun Raya Cibodas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Didik Widyatmoko, peneliti telah mendeteksi kemunculan bunga ini sejak lebih dari dua pekan lalu dari tumbuhan Tetrastigma dichotomum, yang dikenal sebagai inang Rafflesia. Ketika itu sebuah tonjolan kecil muncul dari tumbuhan yang menjalar tersebut. “Peneliti kami memperkirakan akan muncul bunga Rafflesia, namun belum diketahui jenis apa,” ujarnya kepada Tempo kemarin.

Jumat lalu, bunga itu menampakkan diri. Rafflesia yang mekar ini berdiameter 12 sentimeter, sedikit lebih pendek dibanding panjang pulpen. Bunga ini berwarna merah menyala dengan tinggi hanya 4 sentimeter. “Dari situ kami mengetahui bunga yang mekar adalah jenis Rafflesia rochussenii,” kata dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

R. rochussenii merupakan kerabat dari Rafflesia arnoldi atau dikenal sebagai padma raksasa. Bunga ini mengeluarkan bau khas yang menyengat. Bau ini merupakan teknik tumbuhan untuk menarik lalat pembantu penyerbukan. Rafflesia rochussenii dikenal sebagai tumbuhan berumah dua, sehingga perlu bantuan serangga untuk proses reproduksi.

Menurut Didik, mekarnya Rafflesia rochussenii melalui proses konservasi baru terjadi kali ini di dunia. Selama ini pengetahuan mengenai spesies itu hanya didapatkan dari pemantauan langsung di habitat aslinya.

Peneliti LIPI akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari fase kehidupan padma mini itu secara terperinci. Peralatan pengukur suhu udara, temperatur, kecepatan angin, dan intensitas sinar telah dipersiapkan untuk tujuan ini. ANTON WILLIAM

Sumber: Koran Tempo, 6 Juli 2011

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 242 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB