Home / Berita / Rafflesia Mekar di Kebun Raya Cibodas

Rafflesia Mekar di Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, kedatangan tamu pada musim liburan sekolah kali ini. Bunga Rafflesia rochussenii mekar untuk pertama kali di lokasi konservasi yang terletak di dataran tinggi ini.

Menurut Kepala Balai Konservasi Tanaman Kebun Raya Cibodas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Didik Widyatmoko, peneliti telah mendeteksi kemunculan bunga ini sejak lebih dari dua pekan lalu dari tumbuhan Tetrastigma dichotomum, yang dikenal sebagai inang Rafflesia. Ketika itu sebuah tonjolan kecil muncul dari tumbuhan yang menjalar tersebut. “Peneliti kami memperkirakan akan muncul bunga Rafflesia, namun belum diketahui jenis apa,” ujarnya kepada Tempo kemarin.

Jumat lalu, bunga itu menampakkan diri. Rafflesia yang mekar ini berdiameter 12 sentimeter, sedikit lebih pendek dibanding panjang pulpen. Bunga ini berwarna merah menyala dengan tinggi hanya 4 sentimeter. “Dari situ kami mengetahui bunga yang mekar adalah jenis Rafflesia rochussenii,” kata dia.

R. rochussenii merupakan kerabat dari Rafflesia arnoldi atau dikenal sebagai padma raksasa. Bunga ini mengeluarkan bau khas yang menyengat. Bau ini merupakan teknik tumbuhan untuk menarik lalat pembantu penyerbukan. Rafflesia rochussenii dikenal sebagai tumbuhan berumah dua, sehingga perlu bantuan serangga untuk proses reproduksi.

Menurut Didik, mekarnya Rafflesia rochussenii melalui proses konservasi baru terjadi kali ini di dunia. Selama ini pengetahuan mengenai spesies itu hanya didapatkan dari pemantauan langsung di habitat aslinya.

Peneliti LIPI akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari fase kehidupan padma mini itu secara terperinci. Peralatan pengukur suhu udara, temperatur, kecepatan angin, dan intensitas sinar telah dipersiapkan untuk tujuan ini. ANTON WILLIAM

Sumber: Koran Tempo, 6 Juli 2011

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

”Big Data” untuk Mitigasi Pandemi di Masa Depan

Kebijakan kesehatan berbasis “big data” menjadi masa depan pencegahan pandemi berikutnya. Melalui ”big data” juga, ...

%d blogger menyukai ini: