Bukti Baru Jejak Peradaban Ditemukan

- Editor

Kamis, 2 Juni 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim peneliti dari Balai Arkeologi Bali menemukan struktur benteng dan artefak di Doro Benteng, Desa Sori Tangga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Itu menjadi bukti baru jejak peradaban yang terkubur letusan Gunung Tambora tahun 1818.

“Kami belum tahu, apa ini sisa Kerajaan Tambora atau Kerajaan Pekat. Lokasi temuan di tepi pantai di timur Doro Ncanga. Lokasinya jauh dari temuan sebelumnya di Desa Oibura. Struktur ini ada sebelum letusan Tambora 1818,” tutur Kepala Balai Arkeologi Bali I Made Suwarbhawa, Rabu (1/6), di Jakarta.

Temuan itu berupa struktur benteng, susunan batu dari lava tua panjang 200 meter. Sebagian benteng terkubur material vulkanik setebal 1,25 meter. Material vulkanik diperkirakan dari letusan Tambora tahun 1818. Bagian lain susunan batu itu menonjol di permukaan 1 meter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di struktur benteng ini, kami temukan banyak artefak berupa keramik Tiongkok dari Dinasti Chin dan Ming, berbentuk buli-bui dan guci. Ada satu keramik motif timbul dan langka, banyak gerabah, mata tombak, dan batu apung, dibentuk seperti roda.”

Hal itu berawal dari informasi warga tahun lalu, bahwa ada susunan batuan dekat pantai. “Setelah kami gali, temuannya kaya, melebihi ekspektasi. Ini kian meyakinkan besaran skala situs Gunung Tambora,” ujarnya.

Sebelumnya, penggalian oleh Balai Arkeologi Bali dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), di Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora, Bima, Nusa Tenggara Barat, sejak 2007, menemukan jejak perkampungan lama yang terkubur. Selain sisa bangunan rumah terarangkan, ada keramik, gerabah, perhiasan, senjata logam, dan aneka barang komoditas, seperti kemiri dan biji kopi, serta kerangka manusia.

e229b4a4d0f1473893e5adb1553e865eARSIP BALAI ARKEOLOGI BALI–Seorang peneliti mengukur struktur situs benteng di kawasan Doro Benteng, Desa Sori Tangga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Kekayaan temuan dari ekskavasi Tambora itu penting bagi aspek arkeologi serta vulkanologi dan geologi. Menurut Kepala Puslit Arkenas I Made Geria, Tambora menyimpan himpunan arkeologi spesifik serupa himpunan situs yang dikenal dunia sebagai Pompeii di Italia. Bahkan, situs Tambora lebih besar karena letusannya menghancurkan tiga kerajaan, terkuat dalam sejarah manusia modern, sehingga membuat Eropa tanpa musim panas.

“Kami akan meneruskan penggalian di situs Tambora. Ke depan, kami akan menggali lebih sistematis menurut peta lama tahun 1696. Diduga, temuan ini adalah situs Kerajaan Pekat, dan temuan sebelumnya ialah situs Kerajaan Tambora,” kata Geria.

Penggalian di Tambora juga menghasilkan pengetahuan baru, terutama konservasi artefak dari bahan kayu atau bambu hampir jadi arang. Konservasi artefak dari material organik terdampak letusan gunung api itu amat langka di dunia. (AIK)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 Juni 2016, di halaman 14 dengan judul “Bukti Baru Jejak Peradaban Ditemukan”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 17 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB