BPOM Akan Proaktif Mengawasi hingga ke Hulu

- Editor

Selasa, 17 Maret 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Sparringa mengatakan, dalam lima tahun ke depan, paradigma BPOM dalam bekerja tidak lagi hanya reaktif terkait pengawasan di hilir, tetapi juga proaktif dengan melakukan pencegahan ke hulu. Dalam hal ini, BPOM akan berkolaborasi bersama lembaga-lembaga terkait.

f2dea4d86d00475b9ed8869bacdb64cePetugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) DKI Jakarta Ambar Ningsih menunjukkan sampel makanan yang positif mengandung bahan pewarna tekstil rhodamin B yang dijual di salah satu pusat perbelanjaan di Harmoni, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Ke depan, Badan POM akan melakukan upaya proaktif dalam pengawasan makanan dan obat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bergerak hingga ke hulu, yakni di tingkat masyarakat.

Hal itu disampaikan Roy dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional BPOM di Jakarta, Senin (16/3). Menurut Roy, sikap reaktif BPOM selama ini tidak efektif, apalagi penegakan hukum yang dilaksanakan belum mampu memberi efek jera bagi pelaku kejahatan. Sikap reaktif juga tidak bisa menyelesaikan masalah hingga ke akarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya proaktif hingga ke hulu diharapkan bisa mencegah kasus menyangkut keamanan obat dan makanan. Dalam upaya proaktif, BPOM akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bergerak hingga ke hulu, yakni di tingkat masyarakat. Selain itu, BPOM terus berkoordinasi dengan penegak hukum terkait hukuman yang dijatuhkan, tetapi belum memberi efek jera pada pelaku kejahatan.

Salah satu cara dalam langkah proaktif ialah mengedukasi dan memberdayakan masyarakat. BPOM akan terus menyosialisasikan informasi terkait keamanan obat dan makanan melalui berbagai cara. Hal itu mulai dari edukasi tentang bahan makanan berbahaya kepada pedagang di pasar atau makanan sehat di kantin sekolah sampai pemberdayaan komunitas dalam penggunaan bahan makanan yang aman.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan, pertumbuhan penduduk dan pola penyakit yang berubah menjadi tantangan bidang kesehatan saat ini. Upaya proaktif hingga ke hulu diharapkan tidak hanya mampu menekan kasus terkait keamanan obat dan makanan, tetapi juga memunculkan perubahan perilaku masyarakat. “Selama ini, prioritas program ke hulu untuk promotif preventif belum maksimal,” ujarnya.

Nila menambahkan, program promotif preventif tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPOM ataupun Kementerian Kesehatan. Harus ada kolaborasi lintas sektor dan lembaga karena persoalan yang muncul di masyarakat berkaitan. Masalah kesehatan saat ini, seperti gizi buruk dan tingginya angka kematian ibu melahirkan, sangat berhubungan dengan faktor kemiskinan.

Adhitya Ramadhan

Sumber: Kompas Siang | 16 Maret 2015

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 22 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB