Bank Itu Membosankan

- Editor

Kamis, 11 September 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Judul di atas tak bermaksud memprovokasi secara langsung industri dan Otoritas Jasa Keuangan sebagai pengawas perbankan. Kalimat pendek itu diucapkan Operations and IT Director CIMB Niaga Rita Mas’Oen saat menjadi pembicara dalam forum 3rd IDC Financial Insights Financial Services Summit 2014 yang digelar IDC Indonesia dan Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional, di Jakarta, Selasa (9/9) lalu.

Konteksnya, Rita menceritakan pengalaman dan pandangan anak lelakinya terhadap perbankan. Menurut Rita, anak lelakinya itu baru sekali ke bank, yakni saat pertama kali membuka rekening bank. Selebihnya, anaknya melakukan transaksi melalui laptop, telepon seluler, dan kartu kredit.

”Kapan, ya, terakhir kali pergi ke bank?” Itu pertanyaan yang kemudian muncul kepada diri sendiri saat mendengar cerita Rita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teknologi informasi (TI) bukan barang baru bagi perbankan. Pada 1980-an hingga awal 2000, fungsi utama TI adalah menggantikan sistem administrasi berbasis kertas. Dalam dua dasawarsa itu, TI juga memberikan kesempatan industri perbankan untuk memberikan porsi modal besar di awal guna penyediaan infrastruktur, tetapi bertujuan hemat biaya dalam perjalanan selanjutnya.

Periode kedua adalah 2000-2010. Lewat TI, perbankan memberikan kesempatan nasabah mengakses layanan perbankan selama 24 jam dan tujuh hari sepekan. Diharapkan pelayanan ini dapat dilakukan di semua wilayah, terpencil sekalipun. Tawaran lebih jauh diberikan untuk kenyamanan nasabah. Dari sisi biaya, efisiensi lebih jauh telah diusahakan tercapai.

Selepas 2010, kesempatan sekaligus tantangan bagi perbankan mengemuka. Perbankan mampu atau tidak menawarkan pengalaman bagi nasabahnya. Pengalaman menggunakan fitur-fitur bank yang berkelindan dengan kebiasaan mereka berinteraksi dengan kolega via media sosial seperti Path dan Twitter, setelah sebelumnya Facebook.

”Banking is no longer somewhere you go, but something you do,” demikian Rita menggambarkan perbankan kini. Bukan fisik bank yang ada di pikiran nasabah, melainkan aktivitasnya dalam mendukung kegiatan sehari-hari dan cita-citanya di masa depan.

Teknologi membutuhkan sekaligus menciptakan aneka inovasi. Melalui teknologi pula tercipta kerja sama digital. Pembayaran dapat dilakukan di mana saja. Uang tunai digital pun bertambah. CIMB Niaga, misalnya, setiap hari memberikan fitur baru melalui bank internetnya. Transfer dengan nilai tukar tertentu pun dapat dilakukan. Rita mengungkapkan, layanan itu belum ada 12 bulan lalu.

Kita boleh mengejar sesuatu yang di depan. Lewat sistem bank nirkantor (branchless banking), misalnya, sistem TI menjadi tulang punggung untuk melayani masyarakat di semua wilayah. Namun, pastikan keamanan seiring kenyamanan. Rawat kepercayaan nasabah. Kasus duplikasi ATM dan penipuan via kartu kredit pastikan tidak terjadi lagi. (BENNY D KOESTANTO)

Sumber: Kompas, 11 September 2014

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Ketika Ijazah Analog Diperdebatkan di Dunia Digital
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 27 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Senin, 27 Juli 2026 - 18:53 WIB

Ketika Ijazah Analog Diperdebatkan di Dunia Digital

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB