Home » Sejarah Universitas

37 Tahun Universitas Negeri Yogyakarta; Tetap Berperan Sebagai LPTK

21 May 2001 1,575 views No Comment

HARI ini Senin (21/5) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tepat memasuki usia ke 37. Lahirnya universitas ini tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan IKIP Yogyakarta, bahkan lebih jauh lagi perkembangan UGM. Sampai saat ini, para sivitas akademika tetap mempunyai komitmen bahwa UNY tetap berperan sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Pada awaInya, IKIP Yogyakarta merupakan pemecahan Fakultas Pedagogik dan pengembangan dari Fakultas Kependidikan UGM. Sebagai realisasinya pada tanggal 21 Mei 1964, Menteri Perguruan Tinggi Ilmu Pengetahuan (PTIP) menetapkan berdirinya IKIP Yogyakarta, dipimpin seorang rektor dan tanggal itu juga ditetapkan sebagai Dies Natalisnya. Pada bulan Desembar 1965 dikeluarkan Keputusan.Rektor No 5 tahun 1965 tentang struktur organisasi IKIP Yogyakarta. Berdasarkan SK tersebut IKIP Yogyakarta menyelenggarakan 5 fakultas dengan 26 jurusan.

Seiring perkembangan IKIP Yogyakarta, menurut Ketua Panitia Dies Natalis ke 37, Prof. Dr. Suminto A Sayuti, sejak tahun 1990 mulai berkembang ide atau pemikiran tentang pengembangan menjadi universitas. Permikiran ini lahir karena struktur kelembagaan yang berbentuk IKIP dirasakan terlalu sempit untuk pengembangan dan srawung keilmuan.

“Disamping itu, dengan semakin banyaknya alumnus yang mampu menembus pasar kerja non guru, serta meningkatnya tuntutan kebutuhan tenaga kerja dengan skill mantap, juga turut memberikan dorongan kuat, bahwa sudah selayaknya dikembangkan menjadi universitas,” tuturnya.

Dalam kaitan ini Dirjen Dikti Depdikbud, telah mengeluarkan surat keputusan No 1441/D/T/1996 tanggal 20 Juni 1996 yang menetapkan bahwa IKIP Yogyakarta, juga 3 IKIP lainnya (IKIP Medan, IKIP Padang dan IKIP Malang) diberi perluasan tugas ke arah perubahan kelembagaan, menjadi universitas. Sejak penetapan ini, maka IKIP Yogyakarta menyiapkan segala sesuatu yang terkait dengan pengembangan menjadi Universitas Negeri Yogyakarta.

Sejalan dengan itu, rencana pengembangan IKIP Yogyakarta menjadi universitas dilaksanakan dalam 2 tahap. Pertama, tahap perluasan mandat yang sudah dimulai sejak tahun akademik 1997/1998 dengan membuka dan menerima mahasiswa baru non kependidikan. Kedua, tahap pelaksanaan konversi IKIP menjadi universitas yang dimulai tahun akademik 1999/2000 dengan bertumpu pada program studi non kependidikan yang telah dibuka dan pengembangan fakultas fakultas kependidikan menjadi fakultas non kependidikan.(Benny K) c

Kedaulatan Rakyat, Senin 21 Mei 2001
——————–
UNY-foto37 Tahun Universitas Negeri Yogyakarta
Kondisikan Srawung Ilmiah Antarbidang

SEHUNGAN dengan tahap kedua itu, setelah menunggu beberapa saat, maka pada tanggal 4 Agustus 1999 pengembangan IKIP Yogyakarta menjadi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) disahkan dengan Keputusan Presiden RI No 93 tahun 1999. Untuk memantapkan pelaksanaan dan penyelenggaraaan pendidikan di dalam. wadah UNY itu, maka Mendikbud RI telah mengeluarkan Keputusan Menteri No 274/0/1999 tertanggal 14 Oktober 1999, tentang penetapan Organisasi Tata Kerja (OTK) UNY.

Berdasarkan OTK itu, UNY memiliki 6 fakultas, yaitu, Fakultas MIPA, Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Menurut Rektor UNY, Prof Drs Suyanto MEd PhD, berbeda dengan universitas pada umumnya, terutama yang sekaligus sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), UNY memiliki kekhasan dalam penyelenggaraan kelembagaan dan pembelajarannya, antara bidang kependidikan dan non kependidikan.

Program studi kependidikan berada di dalam jurusan non kependidikan, sehingga srawung keilmuan antara mahasiswa dan dosen antarbidang (kependidikan dan non kependidikan) secara alamiah akan saling memperkaya satu sama lain. “Di samping itu, akan diperoleh efisiensi biaya penyelenggaraan pendidikan. Baik jumlah dosen, tenaga administrasi maupun sarana akademik dan non akademik,”jelasnya.

Lebih lanjut, rektor mengatakan pola pembelaiaran dan penyusunan kurikulum berpola, common ground, sehingga mobilitas mahasiswa dalam menempuh beban studi sangat luwes. Disadari, bahwa pola ini menuntut kesiapan administrasi akademik yang berat dan teliti. Sistem informasi akademik (Siakad) perIu dipersiapkan lebih dini. “Sifat khusus lain adalah bahwa UNY tetap memberikan prioritas dalam mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan guru,” ujar Prof Suyanto, seraya menambahkan dengan demikian setiap alumni program bidang kependidikan memiliki kemampuan profesional guru yang tingi.(Benny K) c

Share

Leave a comment!

You must be logged in to post a comment.