Home / Berita / Waspadai Stroke di Usia Muda

Waspadai Stroke di Usia Muda

BAGI kebanyakan masyarakat, stroke merupakan salah satu penyakit yang paling menakutkan karena hasil akhirnya bisa fatal, baik meninggal dunia atau kecacatan yang menetap. Berdasarkan data penelitian, masalah stroke semakin penting dan mendesak, karena kini jumlah penderita di Indonesia terbanyak dan menduduki urutan pertama di Asia, dan stroke merupakan penyebab kecacatan (serius) menetap no 1 di seluruh dunia.

Dahulu, penyakit ini hanya menyerang orang yang berusia lanjut, namun di zaman modern ini dapat mengancam mereka yang masih berusia produktif. Ini karena kurangnya perhatian pada pola makan sehat dengan tanpa memperhatikan kandungan kadar kolesterol pada makanan. Di Amerika Serikat misalnya, setiap tahunnya 15.000-an orang berusia antara 30-44 tahun terserang stroke.

Menurut dr. Surya Widjaya, Sp. S, KRM, dokter mitra spesialis Saraf RS Telogorejo Semarang, pada umumnya stroke diderita oleh orang tua. Proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit, serta bisa disebabkan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah. Namun, beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 – 40 tahun).

”Penyakit stroke adalah penyakit yang terjadi pada pembuluh darah otak yang dapat menimbulkan kelumpuhan. Penyakit ini terjadi ketika aliran darah yang masuk ke otak terganggu karena pembuluh darah dalam otak tersumbat oleh bekuan darah atau pembuluh yang pecah. Sehingga mengakibatkan sel-sel saraf dalam otak tidak bisa berfungsi secara normal, rusak, dan mati. Hal inilah yang menyebabkan kelumpuhan pada anggota gerak, gangguan bicara bahkan sampai penurunan kesadaran,”ungkapnya.

Pada golongan usia produktif, penyebab utama akibat faktor stress, waktu istirahat yang sangat kurang, penyalahgunaan narkoba, kebiasaan kurang berolah raga, pecahnya pembuluh darah karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), minuman beralkohol dan faktor keturunan.

Dapatkah penyakit stroke dicegah? Tentu dapat dicegah jika kita mengetahui apa saja faktor terjadinya. ”Memang ada beberapa faktor risiko yang tidak dapat dicegah atau dikendalikan misalnya saja karena usia, ras, ataupun faktor keturunan. Namun tentunya ada banyak faktor yang bisa kita hindari dengan mengubah gaya hidup, seperti  mengontrol tekanan darah (tinggi) secara teratur, mengurangi makan makanan dengan kadar kolesterol ataupun kadar gula yang tinggi, berhenti merokok, berhenti minuman beralkhohol dan berolahraga teratur,” tambahnya.

Selain itu kenalilah gejala khas serangan, tidak hanya kelemahan tubuh saja yang menjadi fokus utama tetapi bisa pula terjadi gangguan fungsi kognitif yang bersifat mendadak, misalnya mendadak mati rasa, kesemutan di wajah, tangan atau kaki, mendadak kebingungan, lupa, sulit bicara ataupun sulit mengerti, mendadak muncul gangguan penglihatan, sulit berjalan dan pusing berat tanpa diketahui sebab yang jelas.

Masih menurut dr. Surya Widjaya, Sp. S, KRM, yang terpenting adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar dapat melakukan penanganan yang cepat dan tepat bagi penderita. ”Sebagian besar pasien  datang ke rumah sakit setelah 48-72 jam sejak terjadi serangan. Banyak anggota keluarga yang justru lebih menganjurkan untuk dipijitkan terlebih dahulu atau diberi ramuan-ramuan berupa jamu yang dapat memperparah kondisi sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit karena makin bertambah parah,”terangnya

Ada juga kepercayaan yang kurang tepat dalam menangani stroke, misalnya saat mengalami gejala ataupun serangan, dibuat luka supaya darah keluar atau ditusuk jarum sampai keluar darahnya. Tindakan ini tidak tepat , namun secepatnya dibawa ke rumah sakit. Semakin cepat membawa ke UGD, semakin besar kemungkinan penderita stroke akan terselamatkan.

ìSehingga kemungkinan timbul kecacatan dan kematian karena komplikasi stroke bisa dicegah. Kerusakan jaringan otak akan makin meluas dengan berjalannya waktu. Saat awal terjadi stroke adalah saat paling krusial dan menentukan dalam penanganannya, 1-4 jam pertama dari kejadian gejala awal adalah saat terbaik dalam penanganannya, ” terangnya.

Waktu adalah hal yang terpenting, itulah yang harus diperhatikan. Semakin cepat mendiagnosis dan mengobati maka tidak hanya menyelamatkan hidup tetapi juga dapat memulihkan keadaan semakin cepat. Oleh karena itu, sebaiknya bila muncul gejala stroke harus segera dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan secepat mungkin untuk dapat mencegah terjadinya perburukan keadaan. Proses pengobatannya adalah dengan obat-obatan di rumah sakit agar tidak ada lagi pembuluh darah lainnya yang ikut tersumbat ataupun pecah dan proses kerusakan selanjutnya dapat dicegah.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi klinik spesialis saraf, di Graha Rawat Jalan Lt. 2 & 3 RS Telogorejo Semarang (024) 8448448 ext. 6300 / 6319 atau hubungi HOTLINE SERVICE 24 JAM RS Telogorejo 081 6666 340. (Dela)

Sumber: Suara Merdeka, 20 Januari 2013

Share

One comment

  1. Ijin share gan, keren banget 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: