UGM Tembus Peringkat Ke-254 Dunia, Tertinggi di Indonesia

- Editor

Kamis, 11 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Gadjah Mada berhasil menembus peringkat ke-254 dunia menurut pemeringkatan universitas dunia tahun 2021 oleh Quacquarelli Symonds. Capaian ini tertinggi dibandingkan perguruan tinggi lain di Indonesia.
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta berhasil menembus peringkat ke-254 dunia menurut pemeringkatan universitas dunia tahun 2021 oleh Quacquarelli Symonds. Peringkat perguruan tinggi tersebut naik 66 tingkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni peringkat ke-320 dunia.

”Walaupun ranking bukan tujuan utama yang kami kejar, capaian ini adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi UGM. Hasil ini membuktikan kepada dunia bahwa UGM mampu bersaing secara global. Capaian ini merupakan hasil kerja keras semua pemangku kepentingan,” kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono, lewat keterangan tertulisnya, Rabu (10/6/2020).

Quacquarelli Symonds (QS) melakukan pemeringkatan tersebut berdasarkan enam kriteria utama. Keenam kriteria tersebut adalah reputasi akademik, reputasi karyawan, intensitas publikasi peneliti (citations per faculty), rasio jumlah mahasiswa dan fakultas (faculty-students ratio), fakultas internasional (international faculty), dan mahasiswa internasional (international students).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DOKUMENTASI UGM—Infografis tentang kenaikan peringkat UGM di kancah perguruan tinggi sedunia menurut Quacquarelli Symonds, yang dipublikasikan, Rabu (10/6/2020).

Pertama di Indonesia
QS membuat pemeringkatan terhadap perguruan tinggi di dunia sejak 2010. UGM terus mengalami kenaikan peringkat secara konsisten. Pada tahun 2015, UGM berada di peringkat ke-551-600 dunia. Perbaikan terus dilakukan sehingga terjadi kenaikan yang signifikan dalam kurun lima tahun terakhir.

Keberhasilan menduduki peringkat ke-254 dari perguruan tinggi dunia sekaligus memosisikan UGM menjadi perguruan tinggi peringkat pertama di Indonesia. Peringkat terbaik kedua asal Indonesia, menurut pemeringkatan QS, diduduki Universitas Indonesia (UI) dengan catatan peringkat ke-305 dunia. Setelahnya, terdapat Institut Teknologi Bandung yang menduduki peringkat ke-313.

Kepala Kantor Jaminan Mutu UGM Indra Wijaya menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dari semua pihak. Performa perguruan tinggi dalam berbagai bidang akan terus ditingkatkan. Keberhasilan itu justru melecut semangat untuk meraih capaian yang jauh lebih baik lagi.

”Hal tersebut tidak akan membuat kami lengah karena perbaikan kualitas Tridarma harus selalu dilakukan di samping persaingan ke depan tentunya akan semakin ketat,” kata Indra.

Selain itu, UGM juga terus memperbaiki kualitas beragam program. Perbaikan mulai dari program kursus untuk mahasiswa asing, peningkatan jumlah pengajar, mengoptimalkan kinerja penelitian, hingga membangun kerja sama dengan berbagai mitra dari dalam ataupun luar negeri. Harapannya, berbagai perbaikan tersebut kian meningkatkan saya saing UGM di kancah internasional.

Oleh NINO CITRA ANUGRAHANTO

Sumber: Kompas, 10 Juni 2020

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 20 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB