Home / Berita / Remaja Kini Lebih Cepat Haid?

Remaja Kini Lebih Cepat Haid?

INI memang pertanyaan yang banyak muncul bila menghadapi pertumbuhan remaja zaman sekarang. Lihatlah, badan mereka sehat-sehat dan tinggi-tinggi, melebihi para orangtnanya.

Apakah remaja sekarang memang bertumbuh lebih cepat dibandingkan remaja sebelumnya?

Selain pertumbuhan fisik yang amat pesat itu, ternyata hasil penelitian juga menunjukkan usia rata-rata remaja sekarang mendapatkan haid awal lebih muda.

Di Amerika Serikat usia remaja mendapatkan haid awal rata-rata 12,5 tahun, turun dibandingkan rata-rata abad lalu sekitar 14 tahun. Masyarakat purba pemburu dan pengumpul yang gaya hidupnya masih mengikuti alam, usia mendapatkan haid rata-rata 16 tahun.

Apakah gerangan penyebabnya? Tentang kesehatan dan ketinggian ini, Menteri Kesehatan Sujudi pernah memaparkan, hal ini terjadi karena suplai gizi dan penanganan kesehatan yang jauh lebih baik dari generasi-generasi sebelumnya. Tetapi bagaimana dengan datangnya haid yang makin awal?

Douglas Foster, ahli neuroendokrinolog dari Universitas Michigan, mengatakan makanan berkalori tinggi mempercepat anak perempuan dan laki-laki menjadi matang seksual.

PARA peneliti sudah lama tahu neuron di otak memproduksi hormon GNRH atau gonadotropinrealeaseing hormon. GNRH memicu organ reproduksi atau gonad (pasangan organ tubuh yang memproduksi sperma pada laki-laki dan ovarium pada wanita), untuk memproduksi hormon yang membuat sperma dan ovum menjadi matang.

Tetapi apa yang memicu produksi GNRH?

Foster menyimpulkan adanya katalisator yang penting yaitu konsentrasi glukosa dalam aliran darah, gula sederhana yang didapatkan dari hampir semua makanan yang dimakan.

Kesimpulan itu didasarkan pada penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Foster dan rekannya pada anak biri-biri. Anak biri-biri jinak dan relatif besar dan mudah diambil contoh darahnya.

Mereka mendapati anak biri-biri yang diberikan susu sebanyak yang mereka inginkan
mempunyai kadar GNRH dalam darah tinggi, sebaliknya anak biri-biri yang diberi makan terbatas kadar GNRH-nya lebih rendah.

Lebih jauh ketika anak biri-biri diberi makan obat yang khusus bekerja mencegah sel saraf menyerap glukosa di otak, sekresi GNRH berhenti sama sekali.

”PROSES yang sama mungkin juga terjadi pada manusia,” kata Foster. Remaja yang terbatas makanannya, paparnya, semua energi dari makanan yang masuk digunakan untuk pertumbuhan dasar dan perawatan sehingga tidak ada kelebihan.”

Otak mendeteksi tubuh tidak memiliki cukup energi untuk bereproduksi, karena itu otak mengeluarkan sedikit sekali GNRH. Tetapi jika mereka memakan makanan berkalori tinggi otak mereka mendeteksi ada cukup glukosa dan kemudian mereka menjadi lebih cepat matang. Pubertas di antara anak gadis Amerika, menurut Foster, sekarang terjadinya begitu cepat.

Foster mengatakan hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa wanita penderita diabetes sering mengalami kesulitan menjadi hamil. Soalnya, penderita diabetes tidak bisa menyerap glukosa secara sempurna, otak mereka mendapat pesan tidak cukup bahan bakar untuk menjadi hamil. Alasan yang sama juga bisa menjelaskan, mengapa kadang wanita berhenti haid saat latihan atletik berat atau ketika salah makan yang membuatnya kurang gizi.

Ada hormon lainnya yang tidak bisa disangkal juga memegang peranan panting dalam menentukan kematangan seks. Foster dan rekan-rekannya masih terus meneliti untuk menjawab pertanyaan itu. Tetapi makanan, menurut perasaannya, tetap menjadi yang terpenting.

”Dalam sebagian besar individu makhluk hidup, apakah itu tupai tanah, sapi, kuda balap ataupun manusia, makananlah yang menentukan waktu kematangan seks,” kata Foster. (Diiscover/sur)

Sumber: Kompas, 13 Februari 1996

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Kenormalan Baru Jangan Jadi Abnormal Lagi

Pelonggaran pembatasan sosial berskala besar demi aktivitas ekonomi harus dilakukan secara hati-hati dengan kajian epidemiologis. ...

%d blogger menyukai ini: