Home / Berita / Penghargaan LIPI bagi Menteri PUPR dan Guru Besar IPB

Penghargaan LIPI bagi Menteri PUPR dan Guru Besar IPB

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang memperingati usia ke-51 tahun memberikan penganugerahan LIPI Sarwono Award XVII dan Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture (SML) XVIII Tahun 2018. Anugerah LIPI Sarwono Award XVII diberikan kepada Prof Daniel Murdiyarso, seorang pakar bidang perubahan iklim dan lingkungan dari Institut Pertanian Bogor.

Orasi ilmiah SML XVIII memberikan tempat terhormat bagi Dr Mochamad Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Penganugerahan ini dipimpin Kepala LIPI LaksanaTri Handoko, Kamis (23/8/2018) di Jakarta, di hadapan ratusan audiens dari berbagai latar belakang, termasuk penerima anugerah Daniel Murdiyarso dan Basuki Hadimuljono.

Laksana mengatakan, anugerah LIPI Sarwono Award XVII dan SML XVIII 2018 merupakan kegiatan yang dilaksanakan atas pertimbangan bahwa LIPI sebagai lembaga keilmuan terkemuka di Indonesia perlu memberi penghargaan dan menyelenggarakan orasi ilmiah, dengan menampilkan sosok ilmuwan yang telah mempunyai reputasi nasional dan internasional.

KOMPAS/ICHWAN SUSANTO–Kepala LIPI Laksana Tri Handoko memberikan Sarwono Award 2018 kepada Daniel Murdiyarso, Guru Besar IPB, Kamis (23/8/2018) di Jakarta.

”Kegiatan ini terselenggara setiap tahun untuk memperingati ulang tahun dan bentuk penghormatan atas jasa almarhum Sarwono Prawirohardjo sebagai Bapak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sekaligus Kepala LIPI yang pertama,” kata Laksana Tri Handoko.

Penganugerahan LIPI Sarwono Award merupakan penghargaan kepada perorangan yang telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kemanusiaan. Penghargaan ini diberikan bagi para ilmuwan yang mendedikasikan diri dan mengabdikan hidup untuk kemajuan sains.

Sementara penyelenggaraan SML memberi tempat terhormat bagi para tokoh, ilmuwan, atau pakar Indonesia yang telah banyak memberikan inspirasi dan pemikirannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Tahun ini, Daniel Murdiyarso sebagai penerima LIPI Sarwono Award XVII dikenal sebagai pakar iklim kehutanan, adaptasi, dan mitigasi perubahan iklim dari IPB. Selain itu, Daniel merupakan salah satu peneliti yang berkontribusi terhadap Nobel Perdamaian 2007 untuk Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Lalu, dia juga merupakan penerima Ahmad Bakrie Award di bidang sains pada 2010.

Saat ini, Daniel adalah salah satu peneliti senior di Center for Internation Forestry Research (CIFOR). Dia aktif pula dalam penelitian terkait perubahan tata guna lahan, siklus biogeokimia, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Sejak 2002, pria berkacamata ini juga aktif sebagai anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).

Pada 2000, dia pernah menjabat sebagai Deputi Kementerian Lingkungan Hidup. Daniel menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Kehutanan IPB dan mendapatkan gelar PhD pada 1985 dari Universitas Reading, Inggris.

Daniel terpilih sebagai penerima penghargaan karena merupakan sosok ilmuwan yang berkontribusi penting dan besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dia memiliki ratusan karya ilmiah dalam skala nasional dan internasional, selain juga prestasi membanggakan lainnya. Sebagian besar karyanya juga telah terindeks Scopus dan banyak menjadi rujukan ilmuwan lain.

Adapun pemberi orasi ilmiah SML XVIII, Mochamad Basuki Hadimuljono, adalah Menteri PUPR yang menjabat sejak 27 Oktober 2014 pada saat dibentuknya Kabinet Kerja masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Pria kelahiran 5 November 1954 di Surakarta, Jawa Tengah, ini menyelesaikan pendidikan formal sarjana di Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM), Jurusan Teknik Geologi pada 1979. Selepas itu, Basuki melanjutkan pendidikan formal tingkat magister di Colorado State University bidang Civil Engineering yang diselesaikan pada 1989, sebelum akhirnya menyelesaikan program doktoral di universitas dan bidang yang sama pada 1992.

Pada 1981, Basuki memulai karier dengan mengabdi di Departemen Pekerjaan Umum sebelum berganti nama menjadi Kementerian PUPR sekarang ini. Dia juga sempat menduduki beberapa jabatan penting di kementerian tersebut, di antaranya sebagai Pimpro Induk Pengelolaan Wilayah Sungai (PWS) Ciliwung-Cisadane (2000-2001), Direktur Wilayah Tengah, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (2001-2002), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007), hingga menjadi Menteri PUPR (2014-sekarang).

Basuki terpilih memberikan orasi ilmiah dalam SML XVIII karena sosoknya yang aktif dalam pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan dengan mengedepankan inovasi dan iptek. Selain itu, dia juga berperan penting dalam mendukung program pembangunan kebun raya di Indonesia. Setidaknya hingga saat ini sudah ada 37 kebun raya yang telah didukung dan terbangun dengan baik, antara lain lima kebun raya yang dikelola LIPI, 30 kebun raya yang dikelola pemerintah daerah, dan dua kebun raya yang dikelola universitas.

Dalam rangkaian kegiatan peringatan 51 tahun LIPI, juga diselenggarakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara LIPI dan Institusi Mitra tentang Penguatan Kelembagaan Pengelola Kekayaan Intelektual dalam rangka Peningkatan Produktivitas dan Alih Teknologi Kekayaan Intelektual Hasil Kegiatan Penelitian dan Pengembangan. Perjanjian kerja sama ini merupakan wadah kemitraan antara LIPI dan Sentra Kekayaan Intelektual di universitas dan lembaga litbang berupa implementasi platform IP Port (Portal of Intellectual Property) di institusi mitra.–ICHWAN SUSANTO

Sumber: Kompas, 23 Agustus 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: