Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan Diprioritaskan

- Editor

Senin, 6 Juli 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk lebih memprioritaskan pembangunan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Untuk mendukung kebijakan ini, Presiden berjanji memberikan insentif bagi investor yang mengembangkan pembangkit ramah lingkungan itu.

“Secara khusus saya perintahkan Menko Kemaritiman, Menteri BUMN, dan Menteri ESDM agar pembangkit listrik yang ramah lingkungan diberi prioritas karena kita punya potensi besar,” kata Presiden saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Unit V di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/7).

Menurut Presiden, potensi panas bumi di seluruh Tanah Air mencapai sekitar 28.000 megawatt (MW). Namun, yang sudah dimanfaatkan baru sekitar 5 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rencana pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW hingga 2019, lebih dari 90 persen masih bertumpu pada sumber energi batubara. Menurut Presiden, pola itu perlu digeser ke arah pembangkit yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan, seperti energi panas bumi, energi angin, tenaga surya, gelombang laut, dan biomassa. Langkah ini penting untuk mengantisipasi cadangan batubara yang kian menipis.

“Meski biayanya lebih mahal sedikit, tidak masalah. Kita akan beri insentif khusus untuk pembangkit yang ramah lingkungan. Harga belinya dinaikkan sedikit tidak apa-apa agar orang berbondong-bondong investasi,” kata Presiden.

Perihal pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW, Presiden mendorong agar berbagai kendala yang ada, seperti pembebasan lahan, administrasi, hingga payung hukum, segera diselesaikan.

050715KamojangPresiden Joko Widodo meresmikan PLTP Kamojang Unit V di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/7). Didampingi Menteri BUMN Rini M Soemarno (paling kanan), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (nomor dua dari kanan), dan Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto (nomor empat dari kanan).–KOMPAS/C WAHYU HARYO PS

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengungkapkan, pengembangan PLTP masih banyak terkendala perizinan dan harga jual energi listrik yang tidak memenuhi harga keekonomian. Ia mengharapkan dukungan pemerintah untuk pengembangan PLTP sebagai salah satu solusi agar tidak bergantung pada pembangkit listrik berbahan bakar minyak.

Investasi besar
PLTP Kamojang V berkapasitas 35 MW. Pembangkit yang dibangun dengan investasi 104,03 juta dollar AS ini menyerap 1.200 tenaga kerja dalam proses pembangunannya. Dengan beroperasinya unit baru tersebut, kapasitas terpasang PLTP Kamojang menjadi 235 MW yang memenuhi kebutuhan listrik sekitar 470.000 keluarga.

Selain PLTP Kamojang V, Presiden juga meresmikan dimulainya pembangunan enam proyek PLTP di sejumlah daerah. Total investasi dari seluruh proyek PLTP yang dibangun hingga 2019 itu mencapai 2,5 miliar dollar AS atau setara Rp 30 triliun.

PT Pertamina dalam siaran persnya menyebutkan, jika seluruh PLTP yang nilai investasinya 2,5 miliar dollar AS tersebut selesai dibangun, akan ada kapasitas total 907 megawatt. PLTP sebanyak itu bisa menghemat pemakaian bahan bakar minyak 43.000 barrel setara minyak per hari. Proyek PLTP itu dikembangkan anak usaha Pertamina, yakni PT Pertamina Geothermal Energy. (WHY/APO)
————————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 6 Juli 2015, di halaman 18 dengan judul “Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan Diprioritaskan”.

Informasi terkait

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Berita ini 19 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB

Artikel

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Jumat, 7 Agu 2026 - 16:30 WIB