Pakar Forensik RSCM Mun’im Idris Meninggal Dunia

- Editor

Sabtu, 28 September 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Abdul Mun’im Idris, meninggal dunia pada usia 66 tahun, Jumat (27/9/2013) dini hari. Rencananya, Mun’im akan dimakamkan pada hari ini juga di Pemakaman Menteng Pulo, Jakarta Pusat, selepas salat jumat.

“Betul, meninggal pukul 02.32 WIB, saat ini (jenazah) ada di rumah duka RSCM,” ujar salah satu dokter staf di bagian forensik RSCM yang tak bersedia disebutkan namanya, Jumat (27/9/2013) pagi. Dia mengatakan, Mun’im meninggal karena sakit, tetapi dia menolak menjelaskan lebih rinci.

“Kalau soal sakitnya apa dan sebagainya, ke keluarga saja ya tanyanya,” tolak dokter tersebut. Dia mengatakan, saat ini jenazah sudah didampingi sang istri. Sementara anak Mun’im, yang juga berprofesi sebagai dokter, sedang dalam perjalanan dari tempatnya berdinas di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Sementara lokasi pemakaman didapatkan dari kolega Mun’im Idris sesama dokter forensik di RSCM, yang pertama kali menyampaikan kabar duka ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Riwayat panjang dokter yang menamatkan pendidikan kedokteran umumnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1971 ini tercatat rapi dalam blog pribadinya di http://abdulmunimidries.blogspot.com.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dalam breaking news, beragam kasus forensik besar pernah ditanganinya. Dia merupakan salah satu dokter yang turun menyelidiki kematian Presiden Soekarno, aktivis Munir, dan aktivis buruh Marsinah.

Terkait kasus kriminal, peran Mun’im Idris sudah tak terkatakan. Di antara kasus besar yang dia tangani adalah pembunuhan artis cantik era 1980-an, Ditje Budimulyono, hingga kasus sodomi massal yang dilakukan oleh Robot Gedhek.

Sumber: Tribunnews.com, Jumat, 27 September 2013 06:19 WIB

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 135 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB