Obat anti-Inflamasi Berisiko Gangguan pada Jantung

- Editor

Jumat, 7 September 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Obat anti-inflamasi non-steroid (non-steroid anti-inflammatory drug-NSAID) yang biasa digunakan untuk menahan nyeri atau pembengkakan, berisiko pada gangguan pembuluh darah jantung (kardiovaskular). Di banyak negara berkembang, obat tersebut biasanya dijual bebas tanpa resep dokter.

Demikian menurut hasil tim peneliti yang dipimpin oleh Morten Schmidt dari Aarhus University Hospital, Denmark, yang dikutip cosmosmagazine.com, Rabu (5/9/2018). Hasil penelitian itu diterbitkan jurnal ilmiah British Medical Journal. Di antara obat penyebab nyeri tersebut, di Amerika dan Inggris, NSAID ditemukan pada Diclofenac. Sementara di banyak negara lain, antara lain ditemukan pada Voltaren.

Observasi dilakukan pada pasien yang terdata selama 10 tahun pada Danish National Prescription and Patient Registries, sejumlah 6,3 juta orang. Mereka terdiri dari tiga kelompok yaitu pengguna NSAID Diclofenac, pasien pengguna obat NSAID yang lebih biasa yaitu ibuprofen dan naproxen, serta pengguna parasetamol yang tidak termasuk dalam golongan obat NSAID.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelitian diarahkan pada kebiasaan minum obat dan hasilnya. Setelah 30 hari penelitian didapati bahwa pengguna Diclofenac mengalami beragam jenis serangan jantung yaitu aritmia (gangguan pada irama detak jantung), serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

Angkanya yaitu 50 persen lebih tinggi pada bukan pengguna anti-inflamasi, 30 persen lebih tinggi dari penggunan naproxen, dan 20 persen lebih tinggi dari pengguna ibuprofen dan parasetamol. Risiko meningkat sesuai dengan dosis obat, dari pria ke wanita, dan pada kelompok sesuai seiring peningkatan usia.

Penelitian ini belum meneliti lebih lanjut tentang bagaimana mekanisme pengaruh NSAID dengan gangguan jantung tersebut. Hasil ini, ditegaskan tim peneliti, masih merupakan hasil pengamatan dalam riset. Namun demikian, hasil riset ini seharusnya diperhatikan karena obat-obatan NSAID mudah didapatkan di banyak negara. Sementara pemberian resep bagi penggunan Diclofenac seharusnya dilakukan secara lebih berhati-hati. (cosmosmagazine.com/ISW)

Sumber: Kompas, 6 September 2018

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 10 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB