Nobel Fisika 2022 dan Kompetisi Komputer Kuantum Google-IBM

- Editor

Senin, 10 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DONGGUAN, CHINA - APRIL 11: Workers are seen on the production line at Huawei's production campus on April 11, 2019 in Dongguan, near Shenzhen, China.Huawei is Chinas most valuable technology brand, and sells more telecommunications equipment than any other company in the world, with annual revenue topping $100 billion U.S.  Headquartered in the southern city of Shenzhen, considered Chinas Silicon Valley, Huawei has more than 180,000 employees worldwide, with nearly half of them engaged in research and development. In 2018, the company overtook Apple Inc. as the second largest manufacturer of smartphones in the world behind Samsung Electronics, a milestone that has made Huawei a source of national pride in China.

While commercially successful and a dominant player in 5G, or fifth-generation networking technology, Huawei has faced political headwinds and allegations that its equipment includes so-called backdoors that the U.S. government perceives as a national security. U.S. authorities are also seeking the extradition of Huaweis Chief Financial Officer, Meng Wanzhou, to stand trial in the U.S. on fraud charges. Meng is currently under house arrest in Canada, though Huawei maintains the U.S. case against her is purely political. Despite the U.S. campaign against the company, Huawei is determined to lead the global charge toward adopting 5G wireless networks.  It has hired experts from foreign rivals, and invested heavily in R&D to patent key technologies to boost Chinese influence. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)

DONGGUAN, CHINA - APRIL 11: Workers are seen on the production line at Huawei's production campus on April 11, 2019 in Dongguan, near Shenzhen, China.Huawei is Chinas most valuable technology brand, and sells more telecommunications equipment than any other company in the world, with annual revenue topping $100 billion U.S. Headquartered in the southern city of Shenzhen, considered Chinas Silicon Valley, Huawei has more than 180,000 employees worldwide, with nearly half of them engaged in research and development. In 2018, the company overtook Apple Inc. as the second largest manufacturer of smartphones in the world behind Samsung Electronics, a milestone that has made Huawei a source of national pride in China. While commercially successful and a dominant player in 5G, or fifth-generation networking technology, Huawei has faced political headwinds and allegations that its equipment includes so-called backdoors that the U.S. government perceives as a national security. U.S. authorities are also seeking the extradition of Huaweis Chief Financial Officer, Meng Wanzhou, to stand trial in the U.S. on fraud charges. Meng is currently under house arrest in Canada, though Huawei maintains the U.S. case against her is purely political. Despite the U.S. campaign against the company, Huawei is determined to lead the global charge toward adopting 5G wireless networks. It has hired experts from foreign rivals, and invested heavily in R&D to patent key technologies to boost Chinese influence. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)

Pengumuman Nobel Fisika 2022 memberi pengakuan atas argumen yang telah mematahkan keyakinan Albert Einstein mengenai ‘Quantum Entanglement’. Soal yang sama juga yang mendorong pengembangan komputer kuantum oleh perusahaan raksasa teknologi dari Amerika secara kompetitif, Google dan IBM.

Berbeda dari komputer klasik, komputer kuantum menggunakan prinsip-prinsip fisika yang bergantung pada bit kuantum, atau qubit. Mudahnya, qubit dapat dimisalkan sebagai uang koin yang memiliki dua sisi gambar berbeda. Saat memutarkannya, koin tersebut berada pada kondisi superposisi yang berarti tidak dapat diprediksi dengan pasti sampai benar-benar mengukur dan melihatnya sendiri dengan cara memberhentikan putaran koin.

Saat ada dua koin yang saling terkait (entangled), maka koin tersebut akan memiliki empat kondisi pada saat yang bersamaan. Sama halnya dengan daya komputer kuantum meningkat secara eksponensial seiring dengan jumlah qubit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teoritis, dengan 50 qubit yang saling terkait (entangled qubit) komputer kuantum dapat mengakses lebih banyak keadaan ketimbang superkomputer. Dan keadaan yang dihasilkan 300 qubit yang saling terkait akan lebih banyak daripada keadaan atom-atom di alam semesta pada saat yang bersamaan.

Pada November 2019, Tim Google Artificial Intelligence Quantum yang dipimpin oleh fisikawan John Martinis melaporkan hasil percobaan yang diklaim sebagai supremasi kuantum. Itu berselang dua tahun dari IBM yang mengumumkan rekor skala qubit komputer kuantum yang dikembangkannya.

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, Google mengumumkan bahwa komputer kuantum yang mereka bangun dapat menghitung bilangan acak yang sangat rumit dalam 3 menit 20 detik. Bandingkan dengan superkomputer atau komputer klasik tercanggih saat ini, akan membutuhkan hingga 10 ribu tahun.

Itu sebabnya diyakini kalau komputer kuantum akan banyak bermanfaat dalam riset yang membutuhkan hitungan sangat kompleks dan berukuran atom atau bahkan lebih kecil dari atom. Aplikasi yang sudah dibayangkan antara lain algoritme untuk membuat sandi yang sangat sulit dipecahkan peretas.

ZAHRANI JATI HIDAYAH (SCIENCE, NOBEL)

Reporter magang_merdeka

Editor Zacharias Wuragil

Sumber: Tempo.co, Minggu, 9 Oktober 2022

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 38 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB