Mutu Merosot Genetis Sapi Pasundan Diatasi

- Editor

Kamis, 21 Mei 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bobot sapi pasundan-sapi lokal di Jawa Barat-terus menurun 50 persen dibandingkan dengan generasi puluhan tahun lalu. Penurunan mutu genetis itu disebabkan perkawinan alami dalam satu garis keturunan dan pola peternakan yang sama.
Perbaikan genetika sapi pasundan, plasma nutfah asli Indonesia, akan dilakukan dengan melibatkan pakar peternakan dan bioteknologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Padjadjaran, PT Karya Anugerah Rumpin (KAR), Balitbang Penerapan Iptek Provinsi Jabar, serta di bawah koordinasi Kemenristek-Dikti.

Agrobisnis terpadu berbasis keragaman hayati lokal itu memerlukan penerapan teknologi, di antaranya rekayasa genetika. “Ini tuntutan untuk memenuhi kebutuhan pangan jangka panjang,” ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir seusai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) “Penerapan Iptek Agrobisnis Terpadu Berbasis Keragaman Hayati di Jawa Barat” antara sejumlah pihak di Jakarta, Selasa (19/5). Kesepakatan disaksikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

sapiokNasir berharap, Jabar dapat menjadi sentra daging sapi dan pusat peternakan kambing melalui persilangan dengan kambing etawa. Kambing unggulan memiliki potensi pasar yang baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ahmad, ada tiga pusat atau kluster agrobisnis terpadu untuk peternakan sapi di Jabar selain di Rumpin Bogor sebagai pusat pembibitan, yakni di Cijenjing (perbanyakan bibit sapi) dan Agrotechnopark Cikadu (penggemukan).

“Riset pengembangan bibit sapi unggulan itu, tahun ini, mendapat dana Rp 2 miliar. Tahun depan melalui program technopark diharapkan tambahan dana Rp 10 miliar,” kata Lukman Salahuddin, Kepala Balitbang Penerapan Iptek Provinsi Jabar.

Penelitian genetika melibatkan peneliti LIPI dan Unpad yang memiliki fasilitas laboratorium genetika. “Riset genetika itu mendapat bantuan peralatan dari Spanyol,” kata Enny Sudarmonowati, Deputi Bidang Ilmu Hayati LIPI.

Fokus kerja sama itu adalah pengembangan sapi-sapi unggul. Sebagai awal, dilakukan pelestarian plasma nutfah dan perbaikan mutu genetis sapi pasundan di PT KAR. Seleksi dan perbanyakan bibit sapi pasundan dilaksanakan UPT Sapi Potong Cijenjing. “Tujuannya meningkatkan populasi dan mutu genetis serta pelestarian sapi pasundan,” ujar Syahruddin Sais, peneliti senior Pusat Bioteknologi LIPI.

Sapi lokal itu akan dikembangbiakkan dengan konsep pertanian terpadu di Agrotechnopark Cikadu, Jabar. Dari program agrobisnis terpadu itu diharapkan melahirkan UKM dan IKM melalui pembinaan, pelatihan, dan pendampingan.

Selain sapi lokal, penelitian dan produksi bibit sapi unggul juga dilakukan di Rumpin Bogor oleh PT KAR. Peningkatan mutu genetika dan populasi ternak dilakukan dengan inseminasi buatan.

Produksi sperma juga menggunakan pejantan unggul sapi potong dan sapi perah yang dipelihara di rumpin. Sperma yang memenuhi syarat diproses untuk pemisahan bibit jantan dan betina. (YUN)
——————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Mei 2015, di halaman 14 dengan judul “Mutu Merosot Genetis Sapi Pasundan Diatasi”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 29 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB