Home / Berita / Muda Dan Menginspirasi; Nadia, Penulis Cilik dari Bantul yang Karyanya Mendunia

Muda Dan Menginspirasi; Nadia, Penulis Cilik dari Bantul yang Karyanya Mendunia

Ada yang berbeda di antara para penulis Indonesia yang hadir di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015. Terdapat seorang gadis kecil bernama Nadia Shafiana Rahma (11) yang turut menjadi peserta pameran sekaligus pembicara termuda.

“Senang, bangga sekali bisa ikut Frankfurt Book Fair,” ujar Nadia sambil tersenyum.

Hal ini disampaikan Nadia saat ditemui detikcom di rumahnya di Ngentak Baru No 12 RT 10, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Sabtu (31/10/2015). Nadia tak menyangka dia terpilih untuk memamerkan karya dan menyampaikan presentasinya acara internasional bergengsi tersebut.

Nadia mendapat kabar soal seleksi penulis cilik Indonesia yang akan ikut serta di FBF 2015 sejak pertengahan 2014. Namun kepastian dirinya lolos, baru didapat pada 2 bulan sebelum keberangkatannya ke Jerman pertengahan Oktober kemarin.

c0a1cefc-06b7-41da-b727-b3fba6b6d0c9_169Dalam acara itu, Nadia menjadi penulis dari Indonesia termuda. Di hadapan anak-anak Jerman, gadis kecil ini sempat menceritakan kisah rakyat dari Gunungkidul yakni Asal Mula Nyamuk Mendengung.

Komite Nasional, Indonesia sebagai Tamu Kehormatan pada Frankfurt Book Fair 2015

“Itu dongeng favoritku, ada penerjemah saat itu, jadi aku cerita pakai bahasa Indonesia,” imbuh siswi kelas 6 SDN Glagah, Yogyakarta ini.

Menulis sejak umur 4 tahun, Nadia telah menyelesaikan 10 buku. Sebanyak 5 buku di antaranya telah terbit, bahkan salah satu Judul buku kumpulan cerpen yakni Si Hati Putih telah diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Sedangkan beberapa Judul buku lainnya yakni My Life My Heaven, Salah Tangkap, dan Kakek Misterius.

46895c15-2dc5-4900-b530-4dc9e48235f8_169Menjadi delegasi Indonesia di FBF 2015 merupakan ajang internasional pertama untuk Nadia. Meski begitu, Nadia beberapa kali mengikuti acara pertemuan penulis cilik Indonesia misalnya Konferensi Penulis Cilik Indonesia yang baru saja digelar pekan lalu di Bogor.

“Ada 165 penulis cilik yang datang, saya dapat Juara harapan 2,” kata Nadia.

Bakat menulis Nadia tumbuh dari kebiasaannya mendengar cerita yang dibacakan oleh orangtuanya sejak bayi. Tumbuh dengan kebiasaan tersebut, Nadia kecil kemudian ingin membaca sendiri buku cerita yang dia inginkan.

“Sudah bisa nulis umum 4 tahun, lihat kakak belajar nulis aku ikut-ikutan. Akhirnya ikut bisa,” kata Nadia.

Puteri kedua dari pasangan Nurul Huda dan Siti Jumaroh ini kemudian berhasil menyelesaikan cerita pendek pertamanya pada usia 5 tahun, berjudul Piala Pertamaku.

“Dimuat di koran, senang sekali. Terus nulis lagi,” tuturnya.

(sip/mad)

Sukma Indah Permana

Sumber: detikNews, Senin 02 Nov 2015, 10:34 WIB

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: