Mengingat Kembali Konsep ”Berawal di Akhir, Berakhir di Awal”

- Editor

Minggu, 15 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad didampingi Menristek/Ketua BPP Teknologi B.J. Habibie mencoba menaiki pesawat GN-235 buatan industri pesawat terbang Nurtanio di Bandung hari Selasa (8/10) dalam rangka kunjungan tidak resminya sehari di Indonesia.

ARSIP ANTARA
08-10-1985

Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad didampingi Menristek/Ketua BPP Teknologi B.J. Habibie mencoba menaiki pesawat GN-235 buatan industri pesawat terbang Nurtanio di Bandung hari Selasa (8/10) dalam rangka kunjungan tidak resminya sehari di Indonesia. ARSIP ANTARA 08-10-1985

Inovasi Habibie semasa hidup dikenang penerusnya. Habibie sangat ingin menjadikan Indonesia maju di panggung dunia.

Wafatnya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengingatkan pada konsep-konsep inovatif yang disampaikannya semasa hidup. Habibie sangat yakin dengan kemajuan bangsa Indonesia agar terkemuka sampai tingkat global.

Salah satu pemikiran Bapak Teknologi ini adalah dengan strategi ”Berawal di akhir, berakhir di awal”. Tidak mudah menerapkanya bahkan untuk sekadar mencerna. Namun, itulah yang ia lakukan dalam rangka membangun Indonesia. Strategi ini dikenal dengan istilah reverse engineering, yakni setelah menguasai teknologi, lalu melaksanakan riset ilmu dasar (Kompas, 14/5/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Siswa-siswi SDN Joglo, Solo, Jawa Tengah, membuat pesawat dari kertas lipat sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk Bacharuddin Jusuf Habibie di halaman SDN Joglo, Kamis (12/9/2019).

Relevansinya ditunjukkan melalui pembangunan Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN) serta industri berbasis teknologi lain. Menurut dia, membangun Indonesia tidak perlu dilakukan secara konservatif, yang dimulai dari awal, kemudian berproses sesuai tahap hingga hasil akhir. Melainkan kemajuan bisa diraih dari akhir sambil berproses mengejar komponen yang harus dimiliki pada tahap awal.

Selain penguasaan teknologi penerbangan, strategi itu juga dijalankan dalam penguasaan teknologi perkapalan/maritim, transportasi darat, pertahanan, pertanian, serta infrastruktur. Lompatan inovasi inilah yang dibutuhkan sebagai langkah untuk meraih kemajuan Indonesia.

KOMPAS/TATANG MULYANA SINAGA–Pesawat N-250 karya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie disimpan di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/9/2019).

Filosofi ”Berawal di akhir, berakhir di awal” juga menjadi semangat yang terus dipegang Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza. Habibie yang menjadi pendiri BPPT menjadi sosok inspiratif bagi masyarakat, terutama ilmuwan dan peneliti di Indonesia. Dari sosok Habibie, ilmuwan serta peneliti terus termotivasi untuk semakin produktif menghasilkan inovasi guna mendukung Indonesia menjadi negara industri maju.

”Filosofi dan cita Pak Habibie akan menjadi semangat bagi kami di BPPT untuk melakukan lompatan teknologi, mempercepat penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang dibutuhkan masyarakat dan industri nasional,” kata Hammam.

Dukungan Habibie dalam mewujudkan transformasi industri di Tanah Air juga diwujudkan melalui pemberian beasiswa bagi ribuan ilmuwan. Tujuannya, agar tersedia semakin banyak sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi yang unggul.

Sejak awal, Habibie sudah meyakini sumber daya manusia merupakan aset penting untuk bisa menguasai iptek serta melakukan transformasi industri yang lebih baik. Industri seharusnya tidak lagi dilakukan secara tradisional.

Semangat Habibie dalam membangun ekosistem iptek di Indonesia turut menginspirasi Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko. Secara personal, sosok Habibie telah menjadi panutan bagi Handoko sejak dirinya berusia remaja.

Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad didampingi Menristek/Ketua BPP Teknologi B.J. Habibie mencoba menaiki pesawat GN-235 buatan industri pesawat terbang Nurtanio di Bandung hari Selasa (8/10) dalam rangka kunjungan tidak resminya sehari di Indonesia.–ARSIP ANTARA–08-10-1985

”Pertama kali saya bertatap muka secara langsung dengan Pak Habibie saat saya menjadi peserta Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI tahun 1986. Saat itu, Pak Habibie menjabat Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Kabinet Pembangunan IV,” katanya.

Kenangan akan jasa Habibie kembali teringat pada saat Handoko menerima beasiswa riset dan teknologi untuk melanjutkan studi ke Department of Physics Faculty of Science Kumamoto University, Jepang. Habibie pun memberikan penghargaan secara langsung kepada Handoko pada 2004 atas Habibie Award untuk kelompok ilmu dasar.

”LIPI sebagai salah satu lembaga riset utama dan tertua Indonesia akan terus melanjutkan semangat Pak Habibie membangun ekosistem iptek serta merealisasikan pembangunan Indonesia berbasis riset dan sumber daya manusia unggul,” ujar Handoko.

Berbagai inovasi dan pemikiran Habibie serta rasa cinta dan ketekunannya akan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi pemacu bangsa untuk terus optimistis mencapai kemajuan.

Jadi, layaklah jika banyak orangtua menjadikan Habibie sebagai sosok yang patut diteladani anak-anak mereka. Kata orangtua, ”Belajar yang rajin supaya pintar seperti Pak Habibie.”

Oleh DEONISIA ARLINTA GRACECA DEWI

Sumber: Kompas, 12 September 2019

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 39 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB