Media Digital Berlangganan Sambut Optimisme

- Editor

Rabu, 7 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tren media digital berlangganan yang berkembang di sejumlah negara semakin diandalkan karena berpeluang memberikan sumber pendapatan lebih tinggi. Kesuksesan tersebut, antara lain, telah diraih New York Times dan Financial Times melalui jumlah pelanggan yang terus meningkat.

–Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Pambudy menjadi narasumber dalam Konferensi Nasional bertema “Mencari Model Jurnalisme Indonesia” di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Hal ini mengemuka dalam konferensi nasional bertema “Mencari Model Jurnalisme Indonesia” yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di Jakarta, Selasa (6/8/2019). Forum ini mengundang sejumlah pemimpin redaksi media massa dan para pemangku kepentingan untuk menjadi pembicara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harian Kompas menjadi salah satu media arus utama yang mengembangkan platform media digital berlangganan melalui Kompas.id. Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Pambudy meyakini, model bisnis berlangganan ke depan akan menjadi tren pada industri media.

“Apapun platform medianya, konten tetap akan menjadi raja. Oleh sebab itu, prinsip-prinsip dasar jurnalisme tetap harus dijunjung tinggi,” katanya.

KOMPAS/PRADIPTA PANDU MTK–Platform berita Kompas.id meraih penghargaan ID Website Awards 2018 kategori berita dan media yang diselenggarakan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) di Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (3/5/2018) malam.

Meski mengembangkan platform digital, Kompas masih tetap mempertahankan edisi cetak. Ninuk menilai, pembaca Kompas dari kalangan anak muda pun masih cukup besar. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya dukungan melalui twitter saat terjadi kesalahan “lorem ipsum” di halaman utama Kompas beberapa waktu lalu.

“Saat ini yang tidak kalah penting adalah mencari tahu apa yang diinginkan para pembaca melalui interaksi langsung,” ujarnya.

Terbukti sukses
Dalam kesempatan yang sama, pemimpin Redaksi The Jakarta Post Nezar Patria mengatakan, model bisnis media digital secara berlangganan terbukti memberikan kesuksesan di beberapa negara. Berdasarkan kajian Reuters Institute Study for Journalism, model berlangganan banyak dikembangkan oleh industri media di Eropa dan Asia.

“Lebih dari 50 persen mengatakan bahwa sumber pendapatan yang paling penting untuk industri media ke depan adalah lewat berlangganan,” katanya.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyelenggarakan Konferensi Nasional bertema “Mencari Model Jurnalisme Indonesia” di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Kisah sukses platform media massa digital berlangganan sudah dibuktikan New York Times. Saat ini, pelanggan platform digital New York Times berjumlah sedikitnya 4 juta orang, jauh melebihi 2,1 juta orang pelanggan edisi cetak.

“Dengan angka tersebut, New York Times sudah cukup untuk menghidupi perusahaan mereka,” tambahnya.

Hal serupa juga dicapai oleh Financial Times. Konten mereka jauh lebih tertutup dibandingkan New York Times, yang masih menggratiskan sejumlah konten untuk pembaca.

Tidak seimbang
Hal tersebut kini menjadi peluang mengingat sebagian besar pendapatan media massa digital dikuasai Facebook dan Google sebagai pemilik platform. Hal ini membuat kondisi keuangan media-media digital terpuruk akibat pembagian penghasilan yang tidak seimbang antara pemilik konten dan pemilik platform.

“Beberapa waktu lalu, Australia menegur Google dan Facebook agar memberikan penghasilan yang adil kepada media. Hal serupa juga terjadi di Inggris,” kata Nezar.

–Anggota Dewan Pers Indonesia Asep Setiawan.

Anggota Dewan Pers Asep Setiawan mengatakan, dalam lima tahun terakhir, masyarakat cenderung kebanjiran informasi seiring maraknya media digital. Pada akhirnya, berita-berita yang kredibel dan akuratlah yang dibutuhkan masyarakat.

“Konvergensi media bisa menjadi salah satu pilihan. Cara penyampaiannya harus berkembang dengan multiplatform,” katanya.–FAJAR RAMADHAN

Editor HAMZIRWAN HAM

Sumber: Kompas, 6 Agustus 2019

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB