Konsentrasi Geofisik Geologi Universitas Mulawarman

- Editor

Minggu, 14 April 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Alat Praktik Memang Belum Memadai dan Terbatas, Tetapi Kami Punya Laboratorium Alam yang Luas”
EKSPANSI bisnis nasional dan internasional makin tinggi di Kaltim. Supaya tidak jadi penonton di rumah sendiri, Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA), Universitas Mulawarman (Unmul), mendirikan Konsentrasi Geofisik Geologi di Program Studi Fisika. Saat ini, jumlah mahasiswa di konsentrasi tersebut masih sehitungan jari. Namun, mereka punya semangat membangun daerah tanpa harus kuliah di luar Pulau Kalimantan. Angkatan pertama konsentrasi ini hadir 2011 lalu. Memiliki 24 mahasiswa, enam di antaranya perempuan.

Meskipun konsentrasi pendidikan baru dibuka, mereka tak minder. Mereka justru bangga kuliah di Unmul dengan harapan bisa mengisi lowongan di tenaga yang selama ini diisi lulusan perguruan tinggi dari Pulau Jawa. “Memang kami belum punya alat praktik memadai. Tetapi kami punya laboratorium alam yang luas,” terang Sandi Dharma Saputra dari konsentrasi Geofisik Geologi.
Laboratorium alam yang dimaksud seperti gunung batu putih di Jalan Perjuangan. Mereka bisa kapan saja ke bukit tersebut. Dalam ilmu geologi geofisika, bukit batu bisa menjadi tujuan wisata geologi internasional.

“Mahasiswa dari Pulau Jawa jauh-jauh ke sini. Sementara kami sebentar saja sampai,” ucapnya. Kaltim memang punya alam yang mendukung untuk praktik ilmu geologi. Semangat mereka bertambah dengan akses komunikasi dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui organisasi nasional, mereka menjaga informasi tentang perkembangan ilmu geologi dari ahli-ahli geologi. Laboratorium mahasiswa konsentrasi Geofisik Geologi belum memiliki alat yang lengkap. Mereka harus bergantian menggunakan peralatan praktik yang jumlahnya terbatas. Kompas geologi, palu, dan sebagainya, dipinjam dari dosen atau laboratorium fakultas. “Pakai palu gantian. Inginnya cepat punya laboratorium jadi enggak bawa batu ke indekos terus,” terang Muhammad Akbar Agang, mahasiswa konsentrasi Geofisik Geologi.

Kedua mahasiswa berharap besar bisa andil dalam pembangunan daerah. Terutama masuk dalam pekerja di penggarapan ladang minyak dan gas. Sandi dan Akbar menjadi dua mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan. Sebagai angkatan perintis, mereka berusaha membentuk himpunan mahasiswa. Melalui organisasi internal, mereka ingin berkomunikasi dengan himpunan dari universitas lain. Dengan demikian, mahasiswa bisa saling mengisi dan bertukar informasi berkaitan isu-isu kampus maupun daerah.(her/fel)
Sumber: Kaltim Pos, Minggu, 24 Maret 2013 – 18:32:21

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 30 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB