Kerja Sama Indonesia-Fiji soal Penanganan Bencana

- Editor

Selasa, 7 Juni 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Indonesia, Senin (6/6), menyepakati kerja sama penanganan bencana dengan Pemerintah Fiji. Selain memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara di Pasifik Selatan, hal itu juga tindak lanjut komitmen membantu proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana siklon Winston di Fiji.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei bersama Menteri Pembangunan Pedesaan dan Maritim dan Pengelolaan Bencana Nasional Fiji Inia Seruiratu, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Evy Rachmawati, dari Suva, Fiji.

Willem dan sejumlah pejabat BNPB bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Fiji Gary R M Jusuf sebelumnya menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Fiji Josaia Vorege Bainimarama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran pengetahuan dan ahli pencegahan serta kesiapsiagaan pengurangan risiko bencana, adaptasi perubahan iklim, dan pemulihan. Mutu sumber daya manusia ditingkatkan lewat berbagi pengalaman, partisipasi pelatihan bersama, dan program manajemen risiko.

“Indonesia akan beri pendampingan teknis memperkuat sistem peringatan dini bencana, termasuk pelatihan tanggap darurat. Fiji akan mendirikan pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana, seperti Indonesia,” ucap Willem.

Seruiratu menyatakan, Fiji termasuk salah satu negara kepulauan di wilayah Melanesia, Pasifik Selatan, yang paling rawan bencana, terutama siklon. Ia menyambut baik tawaran kerja sama Indonesia memperkuat sistem mitigasi bencana.

Fiji dihantam siklon Winston, Februari 2016, menyebabkan 44 orang tewas. Sebagian besar korban ditemukan di pantai barat Fiji. Ribuan rumah dan fasilitas publik, termasuk tempat ibadah dan bangunan sekolah, rusak parah.

Beberapa waktu lalu, Pemerintah RI membantu 5 juta dollar AS kepada Fiji untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana siklon. Bantuan dalam bentuk tunai 1 juta dollar AS, bahan bangunan untuk pembangunan gedung Queen Victoria School (QVS) senilai 1,98 juta dollar AS, dan pengiriman pasukan Zeni TNI Angkatan Darat untuk pengerjaan konstruksi senilai 2 juta dollar AS.

“Bantuan ini bernilai strategis dan politis, mengingat QVS adalah sekolah berasrama bersejarah para pemimpin Fiji,” kata Gary.
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Juni 2016, di halaman 14 dengan judul “Kerja Sama Indonesia-Fiji soal Penanganan Bencana”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 20 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB