Ilmuwan Temukan Cara Membaca Pikiran Manusia

- Editor

Rabu, 8 Juni 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PARA ilmuwan menemukan cara untuk memantau bentuk kata-kata dalam otak manusia. Hal ini menuntun pada suatu saat nanti mereka yang lumpuh  bisa bicara.

Seperti dikutip dari Dailymail, para peneliti menemukan  cara untuk nyambung dengan rangkaian otak terdalam dalam rangka mengetahui pembentukan kata – kata.

Dengan menggunakan elektroda, mereka menemukan wilayah dari otak yang terlibat dalam penciptaan sekitar 40 suara yang membentuk bahasa Inggris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mendapati setiap  suara itu memiliki sinyal tersendiri yang mungkin bisa dibaca  program komputer.

Penelitian membaca pikiran itu dilakukan oleh sebuah tim dari pusat inovasi di Neuroscience dan technology Universitas Washington.

Penelitian itu dipimpin Eric Leuthardt dan mereka meneliti empat orang yang menderita epilepsi parah yang masing- masing memiliki 64 implant elektroda di kepalanya.

Awalnya penelitian itu untuk mencoba menemukan sebab dari epilepsi, tetapi Leuthardt juga memantau wilayah dari otak ketika pembicaraan di bentuk.

‘’Saya tak mengatakan bahwa saya dapat secara penuh membaca pikiran orang. Tetapi saya kini punya bukti bahwa hal itu mungkin,”  kata Leuthardt.

Selama penelitiannya, ia juga menemukan bahwa otak menghasilkan sinyal ketika orang baru berpikir mengenai suara yang akan dikeluarkan.
Penelitian itu telah di publikasikan dalam Jurnal Neural Engineering. (ant-24)

Situs Purbakala  Ditemukan  Berkat   Google Earth

BANYAK tempat purbakala penting di dunia ternyata ditemukan menggunakan satelit yang diakses dengan alat-alat biasa, seperti Google Earth atau Google Map?
Seperti dilaporkan Telegraph, terdapat 17 piramida, 1000 makam, dan 3000 permukiman purba yang hilang di Mesir ditemukan menggunakan satelit berteknologi sinar infra merah pada Rabu (25/5).
Tetapi sebelum itu, pada Februari lalu, seorang arkeolog mengidentifikasi sekitar 2000 situs purbakala yang diduga sangat penting di Arab Saudi ditemukan hanya dengan menggunakan Google Earth.
David Kennedy, profesor studi sejarah klasik dan kuno di University of Western Australia menggunakan Google Earth untuk menentukan 1977 situs purba, berupa kuburan batu.
Sementara pada September 2010, sebuah kawah yang curam ditemukan di tengah-tengah padang gurun Mesir. Kawah yang kemudian dinamai Kawah Kamil itu diduga tercipta akibat hantaman meteor.
Tidak hanya itu, pada Februari 2009, menggunakan Google Ocean, sebuah pola jalanan ditemukan di dasar lautan Atlantik di dekat Afrika. Puing-puing berbentuk persegi panjang yang ukurannya setara dengan luas negara Wales itu diduga sebagai kota yang hilang, Atlantis.
Pada Agustus 2009, seorang petugas keamanan mengaku menemukan monster legendaris, Loch Ness, ketika sedang mengutak-atik Google Earth. Mendapat laporan itu Google lantas berjanji akan meninjau lebih cermat hasil pencitraan itu.
Penemuan unik lain terjadi ketika seorang pengguna Google Maps secara tidak sengaja menemukan sebuah lambang yang mirip dengan lambang jagoan Batman (Bat signal) di markas militer Amerika Serikat di Okinawa, Jepang.

Saking bagusnya gambar yang diberikan oleh Google, menyebabkan Departemen Pertahanan AS melarang laman itu mengambil citra satelit dari fasilitas-fasilitas militer AS. Pentagon mengatakan citra satelit Google bisa menjadi ancaman serius bagi militer AS. Sebelum itu, Google
memang sempat mengambil gambar dari sebuah markas militer di Texas. (ant-24)

Sumber: Suara Merdeka, 6 Juni 2011

Informasi terkait

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Berita ini 22 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:30 WIB

Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Berita Terbaru

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Berita

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Artikel

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB