Energi Sumber Kehidupan

- Editor

Jumat, 6 Februari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Segala sesuatu yang hidup di dunia ini membutuhkan energi. Energi mempunyai banyak bentuk, ada energi listrik, energi panas, energi cahaya, energi kimia, dan masih banyak lagi macam energi.

Bisa dikatakan energi sudah seperti kebutuhan pokok bagi kehidupan kita. Tanpa energi, mungkin kita tidak akan bisa menonton televisi, bepergian dengan sepeda motor, atau merasakan dinginnya ruangan dengan AC. Bahkan, kita manusia juga memerlukan energi untuk bergerak. Energi itu dapat ditemukan di mana saja. Hanya, semua itu tergantung dari kita bagaimana merasakan dan menggunakannya.

Ada yang mengatakan, energi itu tidak akan pernah habis. Namun, mengapa dunia saat ini sedang berlomba-lomba untuk menciptakan energi alternatif atau sumber energi baru. Negara-negara di Eropa, misalnya, saat ini sudah menggunakan energi nuklir untuk mengalirkan listrik ke rumah rakyatnya. Bahkan, banyak ilmuwan mencoba meneliti urine, kulit buah-buahan, sampah organik, dan sebagainya untuk diubah menjadi energi. Itu semua merupakan bukti bahwa energi yang selama ini kita gunakan lama-kelamaan akan habis dan kita harus mencari sumber energi baru untuk menggantikan energi itu supaya tidak habis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Contohnya saja, Indonesia menaikkan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) karena harga minyak dunia naik. Mengapa harga minyak dunia bisa naik? Itu semua terjadi akibat kelangkaan yang terjadi di banyak negara. Minyak, jika terus-menerus digunakan, juga akan habis. Maka, langkah menghemat energi penting dan harus dilakukan.

Berbicara tentang pengalaman pribadi dalam menghemat energi, selama ini saya menghemat energi dengan mengurangi pemakaian listrik yang tidak perlu dan mematikan sejumlah lampu saat sedang tidur.

Terkait langkah penghematan di lingkungan tempat tinggal saya, saya melihat pemerintah sudah menggunakan sistem panel tenaga surya untuk mengaktifkan lampu-lampu jalan. Walaupun tidak banyak, itu semua merupakan langkah baik dalam menghemat energi. Sebab, penggunaan panel tenaga surya telah mengubah energi panas matahari yang tidak akan habis menjadi energi listrik ke lampu.

Bayangkan saja teman-teman kita yang berasal dari daerah pedalaman, teman-teman kita yang mungkin sampai saat ini belum merasakan asyiknya menonton televisi di rumah atau merasakan terangnya lampu dan keasyikan lain. Masih banyak teman kita yang belum dapat merasakan energi.

Penghematan energi merupakan salah satu cara agar suatu energi tidak cepat habis dan dapat kita rasakan lebih lama lagi. Sudah sewajarnya kita sebagai kaum muda menghemat energi atau bahkan menemukan energi baru yang lebih baik dan tahan lama serta memanfaatkan segala sesuatu yang ada untuk diubah menjadi energi.

Energi juga erat terkait dengan alam karena banyak sekali energi yang dihasilkan dari alam. Contohnya minyak bumi. Jika kita merusak alam, itu sama saja seperti kita merusak energi. Jika kita memerlukan energi, kita harus mencintai alam.

Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti kita akan menemukan sumber energi baru yang tidak akan habis selain matahari dan air, menciptakan alat yang dapat mendaur ulang energi supaya tidak habis, atau suatu saat nanti kita akan menemukan alat yang dapat menghasilkan energi yang besar.

ANDRI SAPUTRA NASUTION
Juara 1 Kompetisi Tulisan Enervation

Sumber: Kompas, 6 Februari 2015

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Duel di Jalur Hijau: Baterai Lithium-ion vs Hidrogen dalam Masa Depan Transportasi
Meniti Karier sebagai Insinyur Kendaraan Listrik. Panduan Lengkap dari Nol hingga Ahli
Menjadi Detektif Masa Depan. Mengenal Profesi Data Scientist yang Sedang Hits!
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:00 WIB

Duel di Jalur Hijau: Baterai Lithium-ion vs Hidrogen dalam Masa Depan Transportasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:38 WIB

Meniti Karier sebagai Insinyur Kendaraan Listrik. Panduan Lengkap dari Nol hingga Ahli

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB