Ditemukan Perempuan Peneliti Muda yang Hebat

- Editor

Sabtu, 13 November 2010

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delapan orang perempuan peneliti dari berbagai universitas yang tersebar di seluruh Indonesia dinilai berhak untuk maju ke babak penentuan pemenang Fellowship L’Oreal Indonesia For Women In Science. Ini diumumkan pada 24 November mendatang di Jakarta.

Melanie Kridaman, Corporate Communication dan Public Relations Manager PT L’Oreal Indonesia mengatakan pihaknya bersama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO telah menemukan sosok-sosok perempuan peneliti muda hebat dari Indonesia melalui program L’Oreal Indonesia Fellowship For Women In Science 2010.

“Melalui program yang rutin diadakan setiap tahun ini, kami yakin, kontribusi dan komitmen dari para peraih penghargaan ini telah dan kelak akan menciptakan harapan yang lebih baik bagi masa depan bangsa Indonesia,” ungkapnya.’

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program L’Oréal Indonesia Fellowship For Women In Science ini telah diadakan oleh L’Oreal Indonesia sejak tahun 2004. Setiap tahunnya 3 orang perempuan peneliti Indonesia yang terdiri dari 2 orang dengan penelitian di bidang Life Sciences dan 1 orang di bidang Material Sciences, dianugerahi bantuan dana penelitian senilai Rp 70 juta.

Hingga saat ini, terdapat 17 orang Fellows yang terdiri dari 14 orang peneliti bidang Life Sciences dan 3 orang peneliti bidang Material Sciences.

“Melalui program ini, L’Oreal ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa perempuan Indonesia memiliki potensi yang layak disandingkan dengan perempuan peneliti terkemuka dari belahan dunia lainnya. Setiap tahunnya L’Oreal Indonesia akan mengajukan satu orang Fellow untuk berkompetisi di ajang L’Oreal Internasional Fellowship For Women In Science. Harapan kami, program ini akan semakin menempatkan perempuan Indonesia dalam posisi prestisius di mata dunia,” tutur Melanie.

Sementara itu, L’Oreal Foundation dan UNESCO belum lama ini mengumumkan lima Laureate atau perempuan peneliti yang berhasil mendapatkan L’Oreal-UNESCO Award 2011.
Masing-masing Laureate yang terpilih dari 5 benua tersebut dinilai layak mendapatkan penghargaan prestisius ini atas kontribusi penelitian dan kekuatan komitmen mereka, serta pengaruh penelitiannya bagi dunia.

Penganugerahan L’Oreal-UNESCO Award 2011 akan berlangsung pada tanggal 3 Maret 2011 di kantor pusat UNESCO di Paris. Setiap Laureate akan mendapatkan penghargaan senilai US$ 100.000 atas kontribusi mereka terhadap sains.

Kelima Laureate tersebut adalah Profesor Faiza AL-KHARAFI, seorang profesor ahli kimia dari Universitas Kuwait, di wilayah Afrika dan Saudi Arabia; Profesor Vivian Wing-Wah YAM, seorang profesor kimia dan energi dari Universitas Hong Kong di wilayah Asia Pasifik; Profesor Anne

L’HUILLIER, seorang profesor Fisika Atom dari Universitas Lund, Swedia di wilayah Eropa; Profesor Silvia TORRES-PEIMBERT, seorang profesor emeritus dari Institut Astronomi, Universitas City of Mexico, di wilayah Amerika Latin ; dan Profesor Jillian BANFIELD, seorang profesor ilmu bumi, tata planet dan lingkungan dari Universitas California, di wilayah Amerika Utara.

Laporan Wartawan Tribunnews, Eko Sutriyanto

Sumber: tribunnews, Sabtu, 13 November 2010 17:29 WIB

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB