Tiga Peneliti Perempuan Menangi Penghargaan

- Editor

Kamis, 25 November 2010

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga perempuan peneliti memenangi L’Oreal-UNESCO Indonesia Fellowship. Karya-karya mereka menunjukkan besarnya peran perempuan dalam dunia sains dan penelitian. Mereka nantinya menjadi kandidat ajang serupa tingkat internasional. Pemenang ajang tersebut diumumkan di Jakarta, Rabu (24/11).

Tiga karya yang meraih anugerah L’Oreal-UNESCO Indonesia Fellowship tersebut ialah penelitian berjudul ”Pencarian Bahan Antikariogenik dari Tumbuhan Obat Indonesia Terpilih Berdasarkan Etnobotani” karya Harlinda Kuspradini (dosen dan peneliti dari Universitas Mulawarman, Samarinda). Penelitian berjudul ”Potensi Senyawa Bioaktif Maselignan dari Ekstrak Biji Pala sebagai Agen Antigout Natural pada Model Kultur Sel Makrofag dan Kondrosit In Vitro” karya Yanti (dosen dan peneliti bioteknologi Universitas Atma Jaya, Jakarta) menjadi pemenang lainnya. Judul penelitian lain yang menjadi pemenang ialah ”Damar sebagai Biomaterial Pengemas” karya Noryawati Mulyono (dosen dan peneliti dari Universitas Atma Jaya, Jakarta). Mereka terpilih dari sekitar 160 penelitian yang masuk. Para pemenang mendapatkan dana bantuan penelitian sebesar Rp 70 juta.

Harlinda mengatakan, dalam dunia sains dan penelitian yang mengedepankan kemampuan berpikir, perempuan mampu berperan besar. Penghargaan terhadap perempuan peneliti dapat ikut memotivasi. Hal senada diungkapkan Noryawati. ”Mengikuti ajang ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan diri, termasuk dalam penulisan proposal,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman mengatakan, penghargaan ini merupakan upaya untuk mendorong dan mengeksplorasi potensi sumber daya alam yang ditekankan kepada penelitian bidang Life Sciences dan Material Sciences. ”Ini sekaligus untuk meningkatkan standar penelitian dan menggerakkan para peneliti, terutama perempuan,” ungkapnya.

President Director L’Oreal Indonesia Jean C Letellier melihat semakin banyak perempuan yang berperan dalam sains, tetapi banyak yang belum secara maksimal dieksplorasi.

Program Loreal-UNESCO For Women in Science difokuskan kepada tiga kegiatan utama, yakni pemberian awards, fellowship internasional, dan fellowship nasional. Sampai dengan 2010, sebanyak 20 perempuan peneliti muda dari seluruh Indonesia telah menerima fellowship dari program tersebut. (INE)

Sumber: Kompas, Kamis, 25 November 2010 | 03:17 WIB

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 3 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB