Cakupan Implementasi Kurikulum Ditingkatkan

- Editor

Rabu, 1 Juni 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerapan Kurikulum 2013 diperluas hingga mencakup 25 persen sekolah di semua jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK pada tahun ajaran baru yang dimulai Juli mendatang. Selain itu, penyediaan buku teks oleh pemerintah diubah dalam bentuk buku model atau buku inspirasi, yang selanjutnya dapat dikembangkan oleh penerbit buku pelajaran.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tjipto Sumadi mengatakan, semula, pelaksanaan Kurikulum 2013 dipatok 6 persen sekolah untuk setiap jenjang. Tahun 2016 ini ditambah 19 persen.

“Jadi, penerapannya sudah mencakup 25 persen sekolah atau lebih dari 50.000 sekolah,” kata Tjipto Sumadi, Selasa (31/5), di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tjipto menyampaikan hal itu di sela-sela kuliah umum tentang Reformasi Kurikulum: Pengalaman India dan Australia yang menghadirkan Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Delhi Anita Rampai serta Adjunct Professor, Direktur Riset Kebijakan dan Praktik Pendidikan, Australian Council for Educational Research (ACER) Kathryn Moyle. Acara ini digelar Puskurbuk bekerja sama dengan ACDP Indonesia.

Menurut Tjipto, perbaikan kurikulum menjadi hal yang lazim dilakukan untuk menjawab tantangan perubahan zaman demi kemajuan bangsa. “Perbaikan kurikulum tidak berhenti, mulai dari sistem penilaian, kompetensi dasar, hingga materi yang belum pas harus disesuaikan. Kita perlu juga belajar dari pengalaman negara lain, seperti Australia, dan dari negara berkembang seperti India, terutama untuk mengembangkan tuntutan belajar abad XXI,” ujar Tjipto.

Buku teks
Terkait buku teks, misalnya, India dan Australia menyerahkan penyediaan dan pengembangan kepada penerbit. Namun, tetap mengacu pada standar yang ditetapkan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Menurut Tjipto, nantinya Kemdikbud juga lebih menyediakan buku model. Sekolah dapat memilih sendiri buku-buku produk penerbit sesuai kebutuhan. “Nanti ada ketentuan untuk harga eceran tertinggi. Ini sedang disiapkan,” kata Tjipto.

Anita mengatakan, perubahan kurikulum di India juga tidak terhindarkan. Pada 1975, mulai diakui soal keberagaman siswa, tetapi kurikulum yang didesain pemerintah sama untuk semua anak.Pendidikan di India terus menuai kritik untuk bisa bertransformasi menghadapi pendidikan abad XXI.

Sementara itu, di Australia, kata Kathryn, kurikulum tidak terpusat. Otonomi dalam penyusunan kurikulum diatur di tingkat negara bagian (state) dan wilayah. Pengembangan kurikulum butuh sekitar 18 bulan, ditambah konsultasi 10 minggu. Penyiapan guru menjadi hal yang krusial dalam implementasi kurikulum di tingkat sekolah.(ELN)
————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 1 Juni 2016, di halaman 12 dengan judul “Cakupan Implementasi Kurikulum Ditingkatkan”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB