Berkembang, Gerakan Literasi Berbasis Masyarakat

- Editor

Senin, 18 April 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan literasi berbasis masyarakat terus berkembang di sejumlah daerah. Dukungan terhadap gerakan ini umumnya tumbuh dengan basis kesukarelawanan dan melibatkan masyarakat akar rumput.

Rumah Literasi Banyuwangi, misalnya, yang digagas sejumlah anak muda dari berbagai profesi, kini berkembang di sekitar 30 titik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Para anak muda ini giat mengampanyekan gerakan literasi yang kemudian menginspirasi berbagai pihak untuk mendirikan gerakan serupa di komunitas mereka.

Pada akhir pekan lalu, di Banyuwangi, salah satu pendiri Rumah Literasi Banyuwangi, Ira Rachmawati, mengatakan, para relawan yang antara lain terdiri dari aktivis LSM, guru, jurnalis, pegawai, dan siswa bersama- sama rutin menggelar lapak buku gratis di tempat publik di Banyuwangi. Tempat-tempat tersebut seperti area pantai dan taman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendukung siapa pun yang juga mengampanyekan gerakan literasi. Mereka bisa berkontribusi dalam bentuk apa pun. Kerja ini merupakan gotong royong untuk mencerdaskan bangsa,” ujar Ira yang berprofesi sebagai jurnalis.

Salah satu relawan yang mengampanyekan gerakan literasi di daerah pesisir ialah Della Hermawan (17), siswa SMKN Glagah, Banyuwangi. Modal yang dimilikinya berupa buku-buku bacaan yang dipinjam dari perpustakaan sekolah dan jaringan Rumah Literasi Banyuwangi.

Della menggelar puluhan buku bacaan itu di warung ibunya yang lokasinya dekat dengan tempat kapal penyeberangan bersandar atau tak jauh dari Pelabuhan Ketapang. “Saya suka bercocok tanam dan membaca dari buku mengenai cara-cara bercocok tanam. Saya ingin anak-anak dan masyarakat juga bisa mendapatkan pengetahuan dari membaca buku,” kata Della yang mendirikan Rumah Baca Pesisir.

Taman bacaan masyarakat
Gerakan literasi berbasis masyarakat tumbuh subur pula melalui ribuan taman bacaan masyarakat (TBM) yang tersebar dari kota hingga pelosok. Sayangnya, di tengah berbagai TBM yang berkembang pesat, ada pula TBM yang “mati suri”.

Ariful Amir, pengurus Forum TBM yang juga pengurus Yayasan Nusa Membaca, mengatakan, TBM mendukung Gerakan Indonesia Membaca agar budaya baca tumbuh di semua kalangan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua. Pegiat TBM memiliki pengalaman untuk mengembangkan berbagai aktivitas menarik yang memanfaatkan buku sebagai sumber ilmu untuk pemberdayaan masyarakat.

Menyambut Hari Buku Sedunia pada 23 April, Rumah Dunia, yang didirikan oleh penulis Gol A Gong di Banten, menggelar berbagai kegiatan terkait literasi, antara lain lomba menulis cerpen untuk pelajar, lomba membuat poster, dan menggambar. Ada pula hibah buku kepada pengelola TBM. Selain itu, digelar pula peluncuran 32 buku dalam sehari.

Virginia Veryastuti, pengurus Forum TBM, mengatakan, dukungan untuk Gerakan Indonesia Membaca harus merupakan sinergi dari masyarakat, pegiat literasi, taman bacaan masyarakat, swasta, dan pemerintah. Diingatkannya pula, gerakan ini perlu bersifat berkelanjutan. Pada tahun ini, ada 31 kabupaten/kota yang mencanangkan Gerakan Indonesia Membaca.(ELN)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 April 2016, di halaman 11 dengan judul “Berkembang, Gerakan Literasi Berbasis Masyarakat”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Berita ini 22 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB