BCA Berikan Layanan QR untuk Dana Murah

- Editor

Senin, 17 Desember 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Layanan QR Code yang diluncurkan PT Bank Central Asia Tbk diharapkan bisa memberikan alternatif transfer bagi nasabahnya. Layanan QR Code belum menjadi alat pembayaran dan hanya bisa dilakukan untuk antarnasabah BCA. Diharapkan layanan ini akan menarik bagi para nasabah sehingga akan lebih banyak lagi dana murah masuk dan mengendap di BCA.

”Dana murah itu tidak perlu digenjot besar-besaran. Cukup dengan memberikan layanan yang terbaik, nasabah akan tertarik dan memasukkan dananya ke kita. Saat ini, dana murah yang kami miliki mencapai 78-80 persen dari total dana yang ada,” kata Presiden Direktur PT BCA Tbk Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Menurut Jahja, layanan QR Code sama dengan layanan modern lainnya dan akan sangat menarik bagi nasabah milenial. ”Layanan-layanan modern ini sangat digemari dan jumlah penggunanya sangat besar, mencapai 97 persen. Namun, kalau dari sisi value atau nilai, jumlahnya masih kalah dengan yang konvensional. Nasabah konvensional yang tarik dan setor di teller hanya 3 persen, tetapi nilainya sangat besar, yakni mencapai 57 persen,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Direktur BCA Santoso mengatakan, saat ini Bank Indonesia sedang membuat platform yang bisa menyatukan semua QR dari berbagai macam bank dan bisa digabungkan. Layanan QR yang ada saat ini masih berdiri sendiri-sendiri.

”Tantangan yang ada adalah bagaimana membuat QR yang standar, yang bisa interkoneksi dan antaroperator. Tetapi, ternyata tidak mudah. Sebenarnya Bank Indonesia sudah menargetkan QR standar ini bisa selesai akhir 2018 ini, tetapi ternyata tidak bisa. Banyak kendala teknis,” ujarnya.

Menurut Santoso, dengan adanya QR standar, satu merchant cukup memiliki satu QR saja dan semua alat pembayaran bisa membaca kode ini. ”Pembahasannya belum selesai di Bank Indonesia. Mudah-mudahan awal tahun depan sudah bisa selesai,” kata Santoso.

Mengenai kinerja BCA, Jahja mengatakan, hingga September 2018, pertumbuhan kredit BCA mencapai 17 persen. Diperkirakan hingga akhir tahun akan mencapai 14 persen. ”Angka pertumbuhan ini cukup baik, mengingat untuk angka pertumbuhan di industri hanya berkisar 12 persen,” ujar Jahja.

Dia mengatakan hingga kini belum akan meningkatkan suku bunga. Terlebih nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sudah lebih rileks. Tetapi, jika pada Desember nanti The Fed akan meningkatkan suku bunga, mau tidak mau, Bank Indonesia harus meningkatkan suku bunga untuk menjaga nilai tukar. ”Saat ini, suku bunga deposito di BCA sudah naik 125 poin. Kalau kredit baru naik 50 poin,” ucapnya.–MARIA CLARA WRESI

Sumber: Kompas, 16 November 2018

Informasi terkait

Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Berita ini 202 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Berita Terbaru

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB

Artikel

Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:27 WIB

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB