Antisipasi Jutaan Alat Terkoneksi Internet

- Editor

Selasa, 29 Maret 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seiring perubahan teknologi informasi yang sangat cepat, sepuluh tahun lagi diprediksi akan ada 50 miliar peralatan yang terhubung internet. Pemerintah diharapkan mempertimbangkan secara matang sejumlah faktor terkait keamanan siber.

“Perubahan sangat cepat. Keamanan dan regulasi pemerintah menjadi kata kunci,” kata Rektor Universitas Telkom Mochamad Ashari pada Workshop Cybersecurity Capacity bekerja sama dengan Universitas Oxford, Inggris, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, Senin (28/3). Hasil kerja sama itu akan menghasilkan “buku putih” tentang keamanan siber di Indonesia. Keamanan siber dinilai sangat penting bukan hanya untuk masa depan, melainkan juga saat ini.

Pakar bidang informasi dan kerahasiaan Oxford Internet Institute, Universitas Oxford, Ian Brown, mengimbau pemerintah mempertimbangkan secara matang sejumlah faktor yang berkaitan dengan penerapan keamanan siber. “Ada beberapa hal, seperti menyiapkan manajemen krisis dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan respons insiden siber nasional dikelola baik,” ujar penulis buku Regulating Code itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Brown mencontohkan perselisihan di antara pebisnis taksi konvensional dan jasa transportasi berbasis aplikasi daring yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah beberapa hari lalu. Menurut Brown, langkah penyelesaian dapat dilakukan dengan mengumpulkan semua pemangku kepentingan untuk mendiskusikan dan mencari jalan terbaik.

“Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara lain,” katanya.

Salah satu persoalan yang mengemuka adalah aspek bisnis di tengah dunia yang sedang berubah.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Bambang Heru Tjahjono menambahkan, kerja sama dengan Universitas Telkom dan Universitas Oxford merupakan bagian dari langkah pemerintah menjalankan peta jalan tentang siber di Indonesia.

Saat masyarakat mulai terbiasa dengan transaksi daring, kata Bambang, data pribadi seperti nama dan alamat sudah terbuka di dunia maya. Akibatnya, risiko yang ditanggung masyarakat pun akan semakin besar. “Di sinilah pemerintah harus siap menjamin keamanan warganya, termasuk keamanan di dunia maya,” kata Bambang. (DMU)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 Maret 2016, di halaman 13 dengan judul “Antisipasi Jutaan Alat Terkoneksi Internet”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 99 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB