50 Tahun SEAMEO; Tantangan Melahirkan Ide Besar

- Editor

Kamis, 8 Oktober 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visi jangka panjang dan mendalam diperlukan dalam perkembangan pendidikan di Asia Tenggara. Dengan demikian, Asia Tenggara dapat maju secara sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

“Ambil contoh dari Candi Borobudur yang membutuhkan waktu 250 tahun untuk didirikan. Masyarakat pada zaman itu memiliki visi jauh ke depan, seolah mereka akan tetap hidup ribuan tahun kemudian,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada acara Peringatan 50 Tahun Organisasi Menteri-menteri Pendidikan Asia Tenggara (SEAMEO) di Jakarta, Rabu (7/10) malam.

Peringatan tersebut dihadiri, antara lain, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro, mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, dan para duta besar untuk Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anies mengutarakan bahwa ide akan hidup selamanya. Itulah yang membuat masyarakat zaman dahulu berpikir matang dan berani untuk menciptakan proyek-proyek besar yang bisa dinikmati oleh generasi-generasi sesudah mereka. Oleh sebab itu, SEAMEO ditantang untuk memikirkan rencana jangka panjang mereka atas pemajuan pendidikan.

“Kerja sama di bidang pendidikan merupakan terobosan hebat. Generasi muda akan memiliki semangat kesatuan dan sama-sama membangun Asia Tenggara,” ujar Anies.

Pemerataan
Direktur Sekretariat SEAMEO Gatot Hari Priowirjanto mengatakan, SEAMEO tengah memeratakan pendidikan di Asia Tenggara. Saat ini sedang direncanakan bentuk ujian Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang terstandar bagi SD dan SMP di Asia Tenggara. Penelitian dilakukan di dua sekolah, satu SD dan satu SMP, per negara.

Di Indonesia, kedua sekolah tersebut berada di Bandung, Jawa Barat. Pemerintah Kota Bandung berinisiatif mengembangkan penelitian tersebut dan menambah jumlah sekolah menjadi 35 SD dan 15 SMP.

“Dalam empat tahun ke depan, target SEAMEO adalah mempersempit kesenjangan pendidikan di Asia Tenggara,” kata Gatot.

SEA-Map2010SEAMEO bertujuan memajukan kerja sama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan di antara negara-negara di Asia Tenggara. SEAMEO memiliki anggota 11 negara di Asia Tenggara dan didukung oleh negara-negara sahabat, seperti Australia, Inggris, Perancis, Belanda, dan Spanyol.

Di 11 negara anggota itu terdapat 21 pusat SEAMEO, antara lain yang fokus pada pendidikan bahasa, peningkatan kapasitas guru, dan perkembangan teknologi.

Pusat pelatihan
Indonesia menjadi lokasi bagi enam pusat pelatihan dan penelitian SEAMEO. Keenam pusat pelatihan dan penelitian itu ialah Centre for Tropical Biology, Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language, Centre for QITEP in Mathematics, Centre for QITEP in Science, Centre for Food and Nutrition, dan SEAMEO Regional Open Learning Centre. Selain itu, organisasi itu aktif melatih guru.

Pada acara tersebut juga diluncurkan buku berjudul Building a Legacy in Education, Science, and Culture in Southeast Asia yang menceritakan prestasi SEAMEO selama 50 tahun sejak pertama didirikan. Diluncurkan pula program-program smart city dan star village. (DNE)
————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Oktober 2015, di halaman 11 dengan judul “Tantangan Melahirkan Ide Besar”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 7 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB