Revolusi Digital Pengaruhi Pekerjaan, Generasi Muda Perlu Disiapkan

- Editor

Rabu, 16 Desember 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dunia kerja mengalami perubahan dengan hadirnya teknologi informasi dan komunikasi. Ada sejumlah pekerjaan yang akan hilang, tetapi ada juga peluang pekerjaan baru yang bakal muncul. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan dengan kualifikasi pendidikan dan keterampilan yang cukup agar mampu memenuhi tuntutan dunia kerja yang berkembang saat ini.

Christophe Bahuet, Direktur Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) Indonesia, dalam jumpa pers terkait Laporan Pembangunan Manusia 2015, di Jakarta, Selasa (15/12), mengatakan, pekerjaan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Namun, pekerjaan yang sekadar “pekerjaan” tidak mampu mendorong pembangunan manusia.

“Pekerjaan tidak hanya untuk mendapatkan income atau pendapatan, tetapi juga pekerjaan yang menjamin kesejahteraan dan berkelanjutan dapat mendorong pembangunan manusia,” kata Christophe.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan Pembangunan Manusia 2015 bertajuk “Berkarya untuk Pembangunan Manusia” yang diluncurkan UNDP di Etiopia, Selasa kemarin, menyebutkan tidak ada tautan otomatis antara karya dan pembangunan manusia. Namun, karya atau pekerjaan yang berkualitaslah yang dapat mendorong pembangunan manusia.

Tahun ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada pada urutan ke-110, sama dengan posisi Gabon. Indonesia masuk dalam kategori pembangunan manusia tingkat medium. Indikator yang dipakai dalam mengukur IPM angka harapan hidup (68,9), harapan tahun bersekolah (13), rata-rata waktu sekolah yang sudah dijalani oleh orang berusia 25 tahun ke atas (7,6), serta pendapatan nasional bruto per kapita sebesar 9.788.

857330eb5eac4a39954ddde431611076KOMPAS/SRI REJEKI–Kepala Cabang Perum Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia Santa Wahyudi Soetama yang membawahkan perusahaan rekaman Lokananta sedang mengamati proses digitalisasi musik dari kaset, beberapa waktu lalu. Perusahaan rekaman pertama di Indonesia ini berkeinginan bangkit dan bersaing dengan perusahaan serupa dengan merekam ulang album-albumnya yang pernah sukses di pasaran dan menjualnya dalam bentuk compact disc. Untuk tahap awal, direkam ulang lima album seri gamelan Jawa Tengah.

Dunia bekerja mengalami sejumlah tantangan yang menghambat kontribusinya dalam pembangunan manusia. Adanya pekerja anak, buruh paksa, dan pekerja korban perdagangan manusia semuanya merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia. Ada pula pekerja yang beraktivitas dalam kondisi berbahaya menghadapi risiko penderaan, kerawanan, dan kehilangan kebebasan dan kemandirian yang bukan main besarnya.

Revolusi digital
Dalam Laporan Pembangunan Manusia 2015 juga disoroti kaitan revolusi digital dengan pekerjaan. Dunia kerja menuntut pekerja dengan pendidikan dan keterampilan yang tinggi. Adapun para pekerja dengan keterampilan minim yang mengerjakan tugas-tugas rutin terancam.

“Yang penting, generasi muda dipersiapkan dengan kualifikasi yang bagus, yang sesuai dengan dunia kerja saat ini. Tiap negara harus mengatasi kesenjangan dalam pembangunan, semisal pendidikan, supaya kualitasnya sama. Terutama untuk kelompok-kelompok target, seperti kelompok miskin atau daerah tertinggal, harus ditingkatkan supaya terjadi pemerataan,” kata Christophe.

Hary Seldadyo Gunardi, analis senior untuk pembangunan manusia, SDGs, dan pengentasan dari kemiskinan UNDP Indonesia, mengatakan, IPM Indonesia mengalami kemajuan. Dalam dunia pekerjaan, misalnya, adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang juga terbuka untuk menjamin pekerja sektor informal memberikan harapan bahwa Indonesia menempatkan perhatian kepada manusia.

Demikian juga dengan kebijakan dalam sektor pembangunan manusia. Untuk pendidikan, pemerintah tetap dengan komitmen mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan dari APBN. Peningkatan kesehatan juga menjadi perhatian.

“Indikator pembangunan manusia ini bisa dilihat jangka panjang. Ada harapan pemerintah sekarang mendorong peningkatan IPM Indonesia untuk terus maju hingga bisa ke level negara maju,” ujar Harry.

ESTER LINCE NAPITUPULU

Sumber: Kompas Siang | 15 Desember 2015

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Berita ini 28 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB