Tren E-dagang di Aneka Sektor

- Editor

Sabtu, 23 Januari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pungutan Pajak Perlu Ditegakkan
Perdagangan secara elektronik diperkirakan semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Tren berkembang ke arah bertambahnya sektor industri yang menggunakan internet untuk meningkatkan pemasaran barang dan jasa dari sektor tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Daniel Tumiwa, dalam diskusi terbuka “@5minutes for e-Commerce 2016”, Jumat (22/1), di Jakarta. Sektor industri yang dimaksud misalnya pendidikan dan kesehatan.

“Setahun lalu, kami berupaya mengelompokkan dan merapikan klasifikasi bisnis model dari bentuk e-dagang (perdagangan secara elektronik) yang berkembang di Indonesia. Pada 2015, kami dilibatkan pemerintah dalam penyusunan peta jalan. Dalam perkembangan, ada diskusi dari pelaku industri sektor-sektor lain untuk terjun ke bisnis berbasis daring,” tutur Daniel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengurus idEA bidang usaha kecil menengah (UKM) sekaligus pemilik situs Perkakasku.com, Handi Limidjaja, mengatakan, pesatnya perkembangan industri e-dagang memungkinkan pembeli bisa berasal dari daerah-daerah di Indonesia. Hal itu menjadi peluang dan tantangan.

Handi mencontohkan usahanya sendiri. Perkakasku.com berasal dari toko perkakas konvensional warisan keluarga yang sudah beroperasi 30 tahun. Kehadiran internet membuat Handi berinisiatif membuka situs Perkakasku.com sebagai inovasi pemasaran barang pada 2007.

“Jangkauan produk kami memang lebih banyak. Namun, tantangan yang muncul awalnya, kecemasan para pemain perdagangan perkakas yang konvensional akan model penjualan secara elektronik. Kemudian, permintaan dari daerah lahir, yaitu perlunya situs pemasaran yang terdesentralisasi,” kata Handi.

Permintaan itu dinilai masuk akal karena dapat mengoptimalkan daya saing industri di daerah. Di sisi lain, masyarakat setempat bisa mencari dan mengonsumsi barang-barang dari daerahnya sendiri. “Dari tahun ke tahun, saya juga mengamati pelaku usaha e-dagang yang semakin serius merangkul pemain konvensional. Di Perkakasku.com, model itu telah digeliatkan,” kata Handi.

Pada saat bersamaan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina menyebutkan, selama lima tahun terakhir, sektor perdagangan ritel berbasis daring terus bertumbuh, yaitu rata-rata tumbuh 2,5 persen. Aneka barang yang biasa dibeli konsumen misalnya pakaian, peralatan rumah tangga, buku, dan keperluan perjalanan.

Srie mendapatkan informasi bahwa 80 persen peritel konvensional telah menggunakan internet untuk merambah pasar mereka. “Perdagangan ke depan semakin dipenuhi pemakaian multikanal, offline ke online ataupun penggunaan keduanya bersamaan,” katanya. Sesuai dengan data Bank Indonesia (2014), nilai transaksi e-dagang Indonesia mencapai Rp 3,49 triliun.

Masalah pajak
Kepala Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Yulianingsih mengungkapkan, meski perkembangan industri e-dagang di Indonesia disebut-sebut bisa mendukung kontribusi pendapatan ekonomi nasional, sayangnya jumlah transaksi belum dapat didata.

Bagi UMKM yang berpenghasilan di bawah Rp 4,8 miliar per tahun, baik yang berjualan secara elektronik maupun konvensional, lanjut Yulianingsih, pengenaan pajak mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Persentasenya, 1 persen.

“Hal yang tersulit, mengidentifikasi pelaku usaha yang berjualan melalui media sosial, termasuk pelaku usaha asing. Kami berharap melalui Rancangan PP tentang Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, pendaftaran legalitas dan identitas pengusaha bisa lebih ketat sehingga penarikan pajak mudah,” kata Yulianingsih. (MED)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 Januari 2016, di halaman 18 dengan judul “Tren E-dagang di Aneka Sektor”.

Informasi terkait

Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:40 WIB

Memahami Manusia dari Dua Jalan

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:30 WIB

Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Berita Terbaru

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB

Artikel

Memahami Manusia dari Dua Jalan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:40 WIB

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB