Home / Berita / Titanium Dioksida Diduga Terkait Erat Diabetes Tipe 2

Titanium Dioksida Diduga Terkait Erat Diabetes Tipe 2

Penelitian terbaru menemukan partikel kristal titanium dioksida yang biasa dipakai sebagai pewarna putih untuk produk sehari-hari, mulai dari cat hingga lilin, memiliki kaitan erat dengan penyakit diabetes tipe 2. Kesimpulan ini diperoleh setelah penemuan partikel ini di dalam pankreas penderitanya.

Kajian ini dilakukan tim peneliti dari The University of Texas di Austin, Amerika Serikat, dan dipublikasikan di jurnal Chemical Research in Toxicology dan dirilis di laman kampus ini pada 20 Juni 2018.

Disebutkan, titanium dioksida (TiO2) tidak lazim ditemukan di dalam jaringan tubuh manusia. Tim menguji 11 pankreas spesimen, dengan delapan di antaranya berasal dari penderita diabetes tipe 2 dan tiga lainnya tidak. Hasilnya, tiga spesimen pankreas yang bukan dari penderita diabates tidak mengandung TiO2. Sementara seluruh penderita diabetes tipe 2 pada pankreasnya ditemukan lebih dari 200 juta kristal TiO2 per gram.

”Penelitian kami menemukan kaitan kuat antara diabetes tipe 2 dan adanya pengkristalan yang kronis di pankreasnya akibat paparan titanium dioksida, sama dengan paparan silikon dan asbes terhadap penyakit paru-paru,” kata ketua tim peneliti, Profesor Adam Heller, merupakan peneliti senior diabetes yang menjadi pemenang National Medal of Technology di Amerika pada tahun 2007.

KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN–Pasien komplikasi akibat diabetes melitus dirawat di RSUD Buru, Provinsi Maluku, Jumat (11/5/2018).

Dalam kajian ini, disebutkan pewarna berbahan TiO2 mulai digunakan sejak pertengahan abad ke-20. Bahan ini digunakan sebagai pewarna putih di cat dan makanan, obat-obatan, pasta gigi, kosmetik, plastik, dan kertas. Hasilnya, produksi TiO2 melonjak 4 juta ton sejak tahun 1960.

Mengacu pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita diabetes melonjak empat kali lipat selama empat dekade terakhir. Saat ini, penderitanya mencapai 425 juta jiwa, dengan mayoritas merupakan penderita diabetes tipe 2.

Sekalipun kegemukan dan populasi yang menua masih dianggap sebagai faktor utama penyakit ini, menurut Heller, peningkatan penggunaan TiO2 ikut berkontribusi besar.

”Mayoritas pankreas penderita diabetes tipe 2 mengandung kristal titanium dioksida, yang umumnya dipakai sebagai pewarna makanan, obat, dan cat tembok,” ujarnya.–AHMAD ARIF

Sumber: Kompas, 23 Juni 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: