Serangga Mencuri Gen Tumbuhan untuk Menetralkan Racun

- Editor

Selasa, 2 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gen yang diambil serangga ini memungkinnya menetralkan racun yang diproduksi beberapa tanaman. Pemahaman ini membantu upaya untuk mengatasi serangan hama.

Hama pertanian yang merusak ternyata memilki gen tumbuhan inangnya yang diambil selama proses evolusi jutaan tahun lalu. Gen ini membantu serangga menetralkan racun yang diproduksi tumbuhan. Ini menjadi bukti pertama pengambilan gen tumbuhan untuk keuntungan serangga.

Penemuan tersebut dilaporkan di jurnal Cell pada Kamis (25/3/2021), dengan kasus yang diteliti serangga kutu kebul (Bemisia tabaci). Gen yang diambil serangga ini memungkinnya menetralkan racun yang diproduksi beberapa tanaman. Pemahaman ini membantu upaya untuk mengatasi serangan hama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan ini dilaporkan ahli entomologi Youjun Zhang dari Akademi Ilmu Pertanian China di Beijing dan rekan-rekannya setelah meneliti genom B. tabaci. Mereka kemudian menemukan gen yang awalnya tidak berevolusi pada serangga atau mikroba lain, tetapi pada tumbuhan.

Pencurian genetik dinilai biasa dalam perlombaan senjata antara tumbuhan dan hama mereka. Selama jutaan tahun, tumbuhan dan serangga sama-sama banyak meminjam dari genom mikroba, terkadang menggunakan gen yang baru mereka peroleh untuk mengembangkan strategi defensif atau ofensif.

Beberapa serangga, seperti penggerek buah kopi (Hypothenemus hampei), telah mengambil gen mikroba untuk mengekstraksi lebih banyak nutrisi dari dinding sel tanaman yang sulit dicerna, dan kerabat liar gandum telah mencuri gen jamur untuk melawan penyakit jamur yang disebut hawar kepala. Akan tetapi tumbuhan dan serangga tidak diketahui mencuri satu sama lain sebelumnya.

Zhang menyebutkan, tumbuhan secara alami melindungi diri mereka sendiri dengan sejumlah besar metabolit sekunder beracun, namun sebagian serangga mampu menyiasati racun ini. Proses evolusi yang memungkinkan serangga herbivora untuk melawan pertahanan tanaman sebagian besar masih belum diketahui.

Kutu kebul B. tabaci merupakan hama pertanian yang menjadi vektor beberapa virus patogen tanaman yang serius dan merupakan model sangat baik untuk menyelidiki mekanisme molekuler yang terlibat dalam mengatasi pertahanan tanaman. “Di sini, kami menunjukkan, melalui peristiwa transfer gen horizontal yang luar biasa, kutu kebul telah memperoleh gen fenolik glukosida maloniltransferase yang diturunkan dari tumbuhan BtPMaT1,” sebut Zhang.

Untuk menguji hipotesis tersebut, tim merekayasa tanaman tomat untuk menghasilkan molekul RNA untai ganda yang mampu mematikan ekspresi gen kutu kebul. Ekspresi gen ini kemudian dicobakan ke lalat putih. Hampir semua lalat putih yang dimodifikasi dan kemudian memakan tanaman tomat hasil rekayasa ini mati.

——Serangga mampu menetralkan racun pada tanaman dengan mencuri gen dari tanaman ini dalam proses evolusinya jutaan tahun lalu. Sumber: Youjun Zhang , dkk. Jurnal Cell (2021)

Pengendalian hama
Hasil kajian Zhang ini menunjukkan cara baru untuk menargetkan lalat putih, kata Jonathan Gershenzon, ahli ekologi kimia di Institut Max Planck untuk Ekologi Kimia di Jena, Jerman, kepada Nature. “Ini menawarkan peluang besar untuk lebih spesifik. Anda bisa menjauhkan lalat putih tetapi tidak membahayakan serangga bermanfaat seperti penyerbuk,” ungkapnya.

Dengan melakukan rekayasa menghambat gen serangga yang diambil dari tumbuhan ini, lalat putih rentan terhadap toksin, memberikan jalur potensial untuk memerangi hama. Andrew Gloss, yang mempelajari interaksi tanaman-hama di University of Chicago di Illinois mengatakan, “Ini contoh luar biasa tentang bagaimana mempelajari evolusi dapat menginformasikan pendekatan baru untuk aplikasi seperti perlindungan tanaman.”

Oleh AHMAD ARIF

Editor: EVY RACHMAWATI

Sumber: Kompas, 29 Maret 2021

Informasi terkait

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Berita ini 8 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:40 WIB

Memahami Manusia dari Dua Jalan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:30 WIB

Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?

Berita Terbaru

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB

Artikel

Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:27 WIB

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB

Artikel

Memahami Manusia dari Dua Jalan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:40 WIB