Home / Berita / Satelit BRIsat Persiapan Meluncur

Satelit BRIsat Persiapan Meluncur

Satelit BRIsat milik Bank Rakyat Indonesia dalam persiapan meluncur dari lokasi peluncuran di Kourou, Guyana, Perancis. Satelit khusus guna menunjang layanan perbankan pertama di dunia itu dibuat di Amerika Serikat dan akan diluncurkan 9 Juni 2016 pukul 03.30.

Berbobot 1.887 kilogram (tanpa bahan bakar), satelit dengan frekuensi C-Band dan Ku-Band itu akan menempati orbit geostasioner pada ketinggian 36.000 kilometer di atas ekuator. Ini satelit ketujuh milik Indonesia. Satelit senilai lebih dari Rp 2 triliun itu untuk menunjang layanan perbankan, di antaranya internet banking, mobile banking, dan jaringan internet tanpa kabel (Wi-Fi). “Nantinya, apa yang diterima nasabah di Jakarta dan Papua, misalnya, akan sama baiknya,” kata Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga Amijarso dalam kunjungan ke Kompas, Senin (4/4). (GSA)
—————-
Kulit Buatan untuk Makhluk Hidup Berhasil Dibuat

Ilmuwan Jepang berhasil melakukan transplantasi kulit buatan yang ditumbuhkan di laboratorium ke kulit tikus. Sifat dan perilaku kulit buatan itu mirip kulit alami. Kulit itu dibuat dengan teknik sel punca yang diambil dari gusi tikus dan diubah jadi sel punca pluripoten terinduksi (iPSCs). Kulit buatan itu terdiri atas beberapa lapisan dan memiliki bagian mirip kulit asli, seperti folikel rambut yang memungkinkan rambut tumbuh di kulit dan kelenjar keringat yang menghasilkan keringat. Ketika kulit buatan itu ditransplantasikan ke tubuh tikus, kulit itu tetap berfungsi baik, termasuk fungsi indera peraba dan pengatur suhu tubuh. Meski demikian, penerapan teknik pembuatan kulit buatan itu pada manusia masih butuh 5-10 tahun lagi. Temuan yang dipublikasikan di jurnal Science Advances itu dianggap lompatan dalam teknik penumbuhan dan pentransplantasian kulit. “Kendala terbesar pembuatan kulit buatan selama ini adalah kesulitan menumbuhkan berbagai organ penting, seperti folikel rambut dan kelenjar eksokrin, sehingga kulit sulit berfungsi normal,” kata Takashi Tsuji, peneliti pada Pusat Pengembangan Biologi Riken, di Kobe, Jepang, Jumat (1/4), kepada BBC. (BBC/MZW)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 April 2016, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Peran dan Kontribusi Akademisi Lokal Perlu Ditingkatkan

Hasil riset akademisi memerlukan dukungan akses pasar. Kolaborasi perguruan tinggi dan industri perlu dibangun sedini ...

%d blogger menyukai ini: