Pemuda Korban Rokok

- Editor

Senin, 16 Februari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desakan agar Pemerintah Mengaksesi FCTC Menguat
Generasi muda Indonesia menjadi sasaran sekaligus korban epidemi produk tembakau, khususnya rokok. Untuk itu, Presiden Joko Widodo didorong mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) dan menolak Rancangan UU Pertembakauan.


Dorongan itu muncul dari sejumlah komunitas generasi muda Indonesia yang tergabung dalam Smoke Free Agents (SFA) dalam bentuk Deklarasi Indonesia Sehat Tanpa Rokok, Minggu (15/2), di Jakarta. Mereka menggalang dukungan petisi aksesi FCTC.

Sejumlah komunitas dalam SFA di antaranya Keren Tanpa Rokok, Good Life Society, Indonesia Bebas Rokok, dan Klub Jantung Sehat Remaja. ”Seiring banyaknya dukungan, kami berharap mata hati Presiden terbuka,” kata Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Prijo Sidipratomo, kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deklarasi yang ditandatangani pada kampanye dukungan aksesi FCTC di Jakarta itu berisi dorongan agar Presiden mengaksesi FCTC serta melarang iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau atau rokok. Pemerintah juga didesak agar menaikkan cukai rokok setinggi-tingginya dan menolak RUU Pertembakauan.

Iklan rokok
Perwakilan SFA, Ricki Cahyana, mengatakan generasi muda Indonesia menjadi korban epidemi tembakau. Paparan iklan dan sponsor rokok di sejumlah kegiatan anak muda membentuk citra merokok tersebut normal dan wajar dilakukan.

”Masak negara dengan populasi besar seperti Indonesia menjadi sejajar dengan negara kecil seperti Somalia hanya karena belum mengaksesi FCTC. Kami menaruh harapan pada janji revolusi mental Jokowi,” katanya.

Survei Komisi Nasional Perlindungan Anak, Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA), dan Universitas Indonesia tahun 2007 menunjukkan, 70 persen remaja merokok karena terpengaruh iklan rokok. Selain itu, hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 memperlihatkan, 20 persen remaja berusia 15-19 tahun dan 18 persen anak usia 10-14 tahun merokok.

Taufik Hidayat, relawan dari komunitas Indonesia Bebas Rokok, mengatakan, petisi aksesi FCTC mendapat dukungan dari sejumlah atlet. ”Kami mencoba menyelamatkan generasi muda dengan menyosialisasikan gerakan anti rokok,” katanya.

Menurut Prijo, aksesi FCTC pernah disampaikan ketika Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Wakil Gubernur DKI Jakarta waktu itu Basuki T Purnama mendukung aksesi FCTC. Setelah menjadi presiden, Jokowi diharapkan tak berubah pikiran dan tidak menunda rencana mengaksesi FCTC. (B08/ADH)

Sumber: Kompas, 16 Februari 2015

Posted from WordPress for Android

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 43 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB