Lulusan Politeknik Perikanan Ditantang Jadi Wirausaha

- Editor

Selasa, 11 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak muda lulusan sekolah perikanan didorong untuk membuat aneka terobosan inovasi. Mereka juga diharapkan menjadi wirausaha daripada jadi karyawan.

DOKUMENTASI POLITEKNIK AUP—Wisuda mahasiswa Politeknik AUP Jakarta di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (10/8/2020), dihadiri Menteri KKP Edhy Prabowo.

Pendidikan vokasi di bidang perikanan terus didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kementerian, misalnya, mendorong anak muda lulusan politeknik kelautan dan perikanan untuk berinovasi dan siap menjadi wiarausaha bidang kelautan dan perikanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesan tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang mewisuda 481 lulusan DIV Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) di Jakarta, Senin (10/8/2020). Acara wisuda dihadiri perwakilan wisudawan secara terbatas di Kampus Politeknik AUP di kawasan Pasar Minggu dan wisudawan lain mengikuti secara daring di rumah masing-masing.

”Pada hari ini, saya berbangga hati dan berbahagia menyaksikan ananda taruna dan taruni Politeknik AUP telah dilantik sebagai wisudawan. Saya berpesan setelah empat tahun ditempa di kawah candradimuka di kampus tercinta, kini saatnya untuk berkiprah dan membaktikan diri untuk negeri, menyejajarkan diri dengan bangsa lain,” ujar Edhy.

Edhy mendorong para wisudawan dapat berinovasi memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang telah didapat dan terjun berwirausaha dalam sektor kelautan dan perikanan. ”Karena masih begitu besarnya peluang kelautan dan perikanan yang belum teroptimalkan,” tambah Edhy.

Lebih lanjut Edhy mengatakan, dalam mengantisipasi era globalisasi yang ditandai dengan persaingan ketat dan arus informasi yang pesat dalam semua sektor, Indonesia dituntut untuk memiliki daya saing yang kuat agar mampu menyejajarkan diri dengan negara-negara lain. Dari keberhasilan negara-negara maju menunjukkan bahwa penguasaan keterampilan dan pengetahuan penting untuk dimiliki generasi muda.

Oleh sebab itu, kata Edhy, pembangunan sumber daya manusia Indonesia perlu dilakukan untuk dapat bersaing di dunia global, salah satunya telah dilakukan oleh KKP melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan, yang pada akhirnya diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa.

DOKUMENTASI POLITEKNIK AUP—Sebagian mahasiswa Politeknik AUP Jakarta di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengikuti wisuda daring di rumah masing-masing.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja mengatakan, sesuai dengan wajah baru Sekolah Tinggi Perikanan menjadi Politeknik AUP, dia berharap agar wisudawan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi wirausahawan yang menciptakan lapangan kerja. ”Agar para lulusan satuan pendidikan lingkup KKP dapat terjun berwirausaha dalam sektor kelautan dan perikanan,” kata Sjarief.

Beragam inovasi mahasiswa
Pada kesempatan wisuda tersebut juga diumumkan berbagai inovasi taruna untuk didaftarkan sebagai hak cipta inovasi teknologi. Direktur Politeknik AUP Ilham mengatakan, para taruna dengan pendampingan dosen pembimbing menghasilkan berbagai inovasi. Dari situ dipilih sejumlah karya terbaik untuk didaftarkan hak cipta.

Salah satu inovasi dihasilkan oleh Rian Achmad Sanjaya dari Program Studi Teknologi Akuakultur. Dia memanfaatkan kombinasi LSA Bacteria (Lactobacillus sp, Saccharomyces cerevisiae, Acetobacter sp.) untuk penyerapan protein pada pakan.

”Inovasi ini telah diaplikasikan dalam skala laboratorium dan skala lapangan pada budidaya udang vanamae untuk selanjutnya diimplementasikan di masyarakat,” jelas Ilham.

DOKUMENTASI POLITEKNIK AUP—Mahasiswa Politeknik AUP Jakarta di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan ditantang untuk berinovasi. Salah satunya memanfaatkan mangrove untuk menjadi tepung.

Inovasi lain yang sedang dalam tahap pengurusan hak paten dihasilkan oleh Bagus Wicaksono dari Prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. Dia membuat inovasi tentang mesin ekstraksi albumin ikan gabus (Channa striata) metode gantung berbasis aplikasi eWeLink. Alat ekstraksi albumin tersebut dapat digunakan untuk industri skala rumah tangga. Selain khusus didesain menggunakan thermostat berkapasitas besar juga dioperasikan nirkabel menggunakan aplikasi eWelink dari telepon selular.

Ada juga tim mahasiswa Politeknik Angkatan 53 yang saat ini masih mengikuti pembelajaran online dari rumah yang mampu membuat inovasi. Salah satunya menghasilkan inovasi tepung makanan dari propagul mangrove (rhizophora), yang dapat menyubstitusi tepung terigu hingga 40 persen. Dari temuan inovatif ini, mereka berhasil menghasilkan tiga produk berupa MANG Donat, MANG Pie, dan MANG Brownies.

”Para lulusan tak hanya memperoleh ijazah, tapi juga sertifikat keahlian yang diakui di dunia kerja dan dunia usaha di dalam dan luar negeri,” kata Ilham.

Oleh ESTER LINCE NAPITUPULU

Editor: BUDI SUWARNA

Sumber: Kompas, 10 Agustus 2020

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 27 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB