Krisis Nuklir Jepang; Retakan Ditemukan di Bawah Tanah

- Editor

Minggu, 3 April 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radiasi dalam jumlah besar kembali terdeteksi di perairan sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi, Sabtu (2/4). Kebocoran ini diduga berasal dari retakan di terowongan bawah tanah yang baru ditemukan para pekerja kemarin.

Retakan sepanjang 20 sentimeter itu ditemukan di terowongan bawah tanah untuk perawatan reaktor di ujung kompleks PLTN yang dekat dari laut. Pengukuran radiasi pada udara di atas air keluar dari retakan terowongan bawah tanah itu tercatat sebesar 1.000 milisievert per jam. Sekitar 60 sentimeter dari titik itu, radiasi turun menjadi 400 milisievert per jam. Sievert adalah satuan untuk dosis radiasi dan umumnya dosis maksimum yang berlaku di banyak negara adalah 20 milisievert per tahun.

Juru Bicara Badan Keamanan Nuklir dan Industri (NISA) Hidehiko Nishiyama mengatakan, kebocoran yang dideteksi itu dipastikan berasal dari retakan yang ditemukan. ”Retakan ini salah satu penyebab air laut terkontaminasi. Sangat mungkin ada retakan di area yang lain. Kami harus menemukannya secepat mungkin,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru bicara Tokyo Electric Power Co (Tepco), perusahaan yang mengoperasikan PLTN Fukushima, Osamu Yokokura, menambahkan, retakan itu disebabkan gempa bumi yang mengguncang Jepang, 11 Maret lalu. Kebocoran radiasi karena retakan itu kemungkinan sudah berlangsung segera setelah gempa bumi. Radiasi dapat tersebar dengan cepat di udara dan air. Namun, para ahli menilai, radiasi yang masuk ke laut akan segera berkurang karena dicairkan oleh air laut Samudra Pasifik.

Menurut Yokokura, para pekerja telah mengambil sampel air dari terowongan dan dari laut untuk menganalisis tingkat kontaminasi radiasi. Tepco kini tengah berusaha menutup retakan itu dan menambalnya dengan beton cair.

Radiasi iodin-131 dalam konsentrasi tinggi terdeteksi di perairan di luar kompleks PLTN sejak pekan lalu. Pengukuran pada Sabtu memperlihatkan, radiasi di laut telah menyebar hingga 40 kilometer di selatan PLTN. Meski demikian, pemerintah menekankan bahwa tingkatnya belum membahayakan kesehatan manusia.

Sehari sebelumnya, seorang pekerja terjatuh ke laut saat berusaha melabuhkan tongkang berisi air laut untuk mendinginkan reaktor ke atas kapal. Pekerja itu segera dinaikkan dan dikeringkan dan hasil tes radiasi pada kulitnya negatif. Namun, Tepco tetap menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh untuk mendapatkan kepastian.

Naoto Kan

Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, Sabtu, mengunjungi Rikuzentakata, salah satu kota yang dihantam tsunami. Kan mampir ke balaikota, salah satu dari sedikit gedung yang masih berdiri. Kan mengheningkan cipta di depan gedung dan bertemu Wali Kota Rikuzentakata yang istrinya ikut menjadi korban tsunami.

Kan juga mengunjungi sekolah yang menjadi tempat penampungan sementara sekitar 250 penduduk setempat. Megumi Shimanuki, salah seorang pengungsi, mengatakan, Kan tidak menyediakan waktu cukup untuk membantu rakyat kecil. ”Pemerintah terlalu fokus pada PLTN Fukushima dibandingkan dengan korban tsunami. Keduanya butuh perhatian sama besar,” ujarnya. (ap/reuters/was)

Sumber: Kompas, 3 April 2011

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB