Konektor Penunda BRIsat

- Editor

Kamis, 9 Juni 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran satelit BRIsat milik Bank BRI ditunda oleh pembuat roket Eropa, Arianespace (Kompas, 8/6). Penyebabnya disebut karena anomali (kelainan) pada konektor bahan bakar cair kriogenik (sangat dingin).

Kelainan diketahui saat roket akan didorong dari hanggar perakitan vertikal ke landas luncurnya, ELA-3. “Ada kelainan terkait konektor antara tingkat atas kriogenik (roket) dan alas peluncuran,” ujar Arianespace dalam pernyataan tertulisnya.

Pucuk roket Ariane 5 untuk meluncurkan BRIsat (dan pasangannya, EchoStar 18) adalah roket tingkat atas yang mesinnya-bersimbol HM7B-berbahan bakar campuran hidrogen cair dan oksigen cair sangat dingin (lihat foto).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahan bakar itulah yang akan diisikan ke roket tingkat atas dengan sistem selang terpasang pada meja luncur mobile. Roket atas akan menyala lebih dari 16 menit untuk menempatkan kedua satelit ke orbit transfer geostasioner (GTO) berbentuk telur lonjong dengan titik terjauh dari Bumi (apogium, 35.700 km) dan titik terdekat Bumi (perigium, 250 km). Orbit GTO adalah orbit sementara sebelum satelit didorong pada orbit operasinya yang berbentuk lingkaran setinggi 22.000 mil atau 35.700 kilometer di atas ekuator.

Bisa dimaklumi jika Arianespace menunda peluncuran. Jika kelainan konektor serius dan bahan bakar cair superdingin tak tersalur sempurna, bisa jadi roket tingkat atas Ariane 5 tak akan berfungsi sesuai rencana. Bisa jadi satelit tak sampai GTO.

Riwayat persatelitan Indonesia, satelit Palapa B2 yang diluncurkan pesawat ulang-alik Februari 1984, gagal mencapai GTO karena roket pendorong PAM (Payload Assist Module) yang seharusnya mendorong satelit ke GTO tak menyala sempurna. Waktu itu bisa dikirim misi mengambil kembali satelit.

Menunda peluncuran bagi Arianespace jadi pilihan, yang pernah terjadi pada peluncuran wahana ATV-5 Georges Lemaitre, Juli 2014. Peluncuran VA-219 ditunda sepekan.

Untuk BRIsat dan EchoStar 18, teknisi Arianespace akan mengganti komponen bermasalah dan mengecek kesiapan sebelum mengumumkan tanggal peluncuran baru.

Satelit EchoStar 18 akan digunakan operator DISH Network meneruskan siaran televisi di penjuru AS. BRIsat jadi satelit komunikasi pertama pendukung layanan perbankan. Keduanya dibuat pabrik pembuat satelit Space System/Loral yang berpusat di Palo Alto, California.

Arianespace optimistis, 2016 mengulang sukses 2015 dengan 12 peluncuran. BRIsat akan jadi misi ke-230 bagi Ariane (diberi kode VA-230) dengan rekor muatan terberat dibawa ke orbit, yakni 10.731 kg.(ARIANESPACE/NIN)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 Juni 2016, di halaman 14 dengan judul “Konektor Penunda BRIsat”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 32 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB