KLHK Pantau Kebakaran Kilang Pertamina Balongan

- Editor

Selasa, 2 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLHK masih memantau langsung kebakaran kilang minyak Pertamina di Balongan. Evaluasi akan dilakukan setelah pemadaman dan pendinginan selesai. Pemerintah pun didesak bersikap tegas atas peristiwa berulang ini.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih memantau kondisi kebakaran kilang minyak di kawasan PT Pertamina Refinery Unit VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat. Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah soal penyebab kebakaran pada kegiatan industri yang berisiko lingkungan hidup sangat tinggi tersebut.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) MR Karliansyah, Senin (29/3/2021), mengatakan, evaluasi tersebut akan segera dilakukan KLHK setelah selesai semua proses pemadaman dan pendinginan. Pihak Pertamina menyatakan proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan waktu lima hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah cepat pihak Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mengevakuasi masyarakat ke tempat-tempat yang aman sesaat setelah insiden terjadi. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 912 jiwa diungsikan akibat peristiwa yang terjadi pada Senin (29/3) pukul 01.59 WIB tersebut.

Adapun rincian pengungsi tersebut meliputi 220 jiwa di GOR Kompleks Perum Pertamina Bumi Patra, 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu, dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu.

KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI—Mobil pemadam kebakaran melintas di depan kobaran asap dari kawasan Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (28/3/2021). Tangki di kawasan tersebut meledak pada Senin dini hari. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indramayu mencatat, setidaknya 20 orang luka-luka.

Dalam catatan Kompas, Pertamina RU VI Balongan beberapa kali terbakar. Pada Februari 2005, misalnya, enam pekerja di Pertamina RU VI Balongan menderita luka akibat pipa gas nitrogen yang dipasang meledak. Adapun Oktober 2008, tiga pekerja mitra juga mengalami luka setelah ledakan yang terjadi pada atmospheric residue hydro demetalizing di Kilang Balongan (Kompas.id, 29/3/2021).

Dari rentetan peristiwa ini, pemerintah dan penegak hukum didesak menindak tegas pihak yang telah menyebabkan insiden ledakan dan kebakaran kilang minyak di kawasan PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin. Tindakan tegas perlu dilakukan karena terus berulangnya insiden serupa yang berdampak pada lingkungan ataupun ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak menyampaikan, kebakaran di Kilang Pertamina Balongan tentunya akan berdampak buruk bagi kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar. Berbagai polutan berbahaya yang timbul dari kebakaran tidak hanya akan mencemari udara di sekitar kilang, tetapi bisa terbawa jauh tergantung pada arah dan kecepatan angin.

”Greenpeace mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengajukan tuntutan pidana terhadap Pertamina sebagai pelaku berulang bencana lingkungan. Ini bukan pertama kalinya dan ini tidak akan menjadi yang terakhir kecuali tindakan tegas diambil,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kompas, Senin.

Menurut Leonard, investigasi secara menyeluruh juga harus segera dilakukan terhadap insiden ini. Pihak Pertamina dinilai harus bertanggung jawab secara hukum jika dalam investigasi ditemukan adanya kelalaian ataupun pelanggaran prosedur kesehatan dan keselamatan operasi (HSE) yang membahayakan nyawa atau kesehatan para pekerja dan masyarakat sekitar.

Selain itu, kata Leonard, pemerintah juga harus menetapkan peraturan yang lebih ketat untuk industri perminyakan agar lebih aman dan lebih bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Pertamina, lanjutnya, perlu melakukan langkah mitigasi yang menyeluruh terhadap berbagai risiko kebakaran kilang, termasuk dampaknya bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat sekitar.

Ia menambahkan, ketergantungan terhadap energi ekstraktif harus segera ditekan agar tidak ada lagi kejadian serupa. Pemanfaatan energi baru terbarukan, seperti surya dan bayu, harus menjadi terus ditingkatkan dan menjadi porsi terbesar dalam bauran energi nasional. Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim (LTS-LCCR) Indonesia juga harus memberikan arah kebijakan konkret untuk mewujudkan bauran energi tersebut.

Oleh PRADIPTA PANDU

Editor: ICHWAN SUSANTO

Sumber: Kompas, 29 Maret 2021

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 3 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB