Home / Berita / Kemudahan Kuliah;Dibantu Agen atau Urus Sendiri

Kemudahan Kuliah;Dibantu Agen atau Urus Sendiri

Ragam cara ditempuh pelajar asal Indonesia demi mengecap kualitas pendidikan di luar negeri, seperti Australia dan Inggris. Ada yang memanfaatkan bantuan jasa konsultan pendidikan, hingga ”nekat” mengurus segala keperluan sendiri.

Dua cara itu menjadi pilihan. Mendaftar langsung ke perguruan tinggi di luar negeri sebenarnya bukanlah hal yang sulit.

Mahasiswa Indonesia yang ingin belajar ke luar negeri perlu mengurus keperluan pribadi untuk mendaftar, seperti paspor, visa, dan pajak fiskal. Selain itu, mereka harus memenuhi persyaratan minimum kemampuan bahasa Inggris dengan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) atau International English Language Testing System (IELTS). Hal itu baru persyaratan dasar karena masih ada dokumen pendaftaran tes masuk, hingga pengurusan tempat tinggal.

Dengan segala kerumitan itu, Reina Walla, mahasiswa program master di Universitas Melbourne, Australia, asal Indonesia, memilih menggunakan jasa konsultan pendidikan ketika pertama kali mendaftar kuliah untuk program sarjana di Negeri Kanguru pada 2009. ”Menggunakan jasa konsultan memudahkan, sebab mereka dapat berkomunikasi dengan universitas tujuan mengenai persyaratan pendaftaran. Selain itu, pengurusan visa juga lebih mudah,” ujar Reina.

Reina mengungkapkan, dirinya menyiapkan beberapa dokumen, yaitu nilai ijazah, hasil tes Bahasa Inggris, dan paspor, sebagai syarat awal proses pendaftarannya menggunakan jasa konsultan pendidikan. Konsultan membantu mengontak universitas yang dia tuju untuk menginformasikan dokumen yang diperlukan dan perlu dilengkapi. Setelah dokumen diterima, konsultan juga membimbingnya untuk mengisi berbagai formulir pendaftaran. Dia juga dibantu mempersiapkan diri untuk mengurus visa pelajar. ”Tentu saja, menggunakan jasa konsultan harus menambah biaya dibandingkan dengan mengurus sendiri. Tetapi, hal itu sepadan dengan kemudahan dan kecepatan waktu pengurusan pendaftaran itu,” kata mahasiswi yang mengambil studi master jurusan manajemen pemasaran.

Ketika baru tiba di Australia, lanjutnya, konsultan pendidikan menyediakan fasilitas penjemputan di bandara menuju tempat tinggal yang berada di sekitar kampus. Sekitar tiga bulan pertama, konsultan pendidikan juga tetap menjadi penghubungnya dengan pihak universitas.

Seusai menyelesaikan gelar sarjana (bachelor degree), Reina memutuskan untuk melanjutkan program pascasarjana pada 2013. Kali ini, dia mengurus berbagai urusan pendaftaran sendiri. Namun, tambahnya, urusan dokumen tidak terlalu rumit, sebab dia cukup mengumpulkan nilai akademik selama program sarjana, serta mengikuti tes masuk program pascasarjana.

Konsultan
Kevin Tan, Chief Marketing Officer SUN Education Group, mengatakan, menyerahkan pengurusan pendidikan di luar negeri ke konsultan memang banyak membantu. Ada beban yang bisa dikurangi sehingga calon mahasiswa bisa lebih fokus untuk menyiapkan nilai akademik dan kemampuan bahasa Inggris, sedangkan orang tua fokus untuk menyiapkan biaya pendidikan selama anaknya kuliah.

Konsultan pendidikan luar negeri bukan hanya merupakan sumber informasi untuk mencari tempat kuliah kepada orang tua dan anak. Layanan lengkap tidak hanya jasa konsultasi, tetapi juga pendaftaran, kelas persiapan dan tes Bahasa Inggris, penerjemahan dokumen, pengurusan visa, pencarian tempat tinggal asrama di kampus, sewa rumah, apartemen atau homestay, pengurusan perwalian bagi yang usianya di bawah 18 tahun, pengurusan transportasi keberangkatan hingga penjemputan di bandara negara tujuan.

© Copyright 2010 CorbisCorporationBerbagai masukan dan solusi yang awalnya tak terpikirkan calon mahasiswa dan keluarga dapat ditawarkan konsultan-konsultan andal karena jaringan kerja sama yang luas, bukan saja dengan perguruan tinggi, tetapi juga kedutaan besar, hingga lembaga pemberi beasiswa di banyak negara. ”Apalagi untuk berkonsultasi kami tidak mengenakan biaya. Mengapa tidak dimanfaatkan peluang ini supaya bisa mendapatkan informasi yang lengkap yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan calon mahasiswa dan keluarganya,” kata Kevin Tan.

SUN Education Group memiliki kerja sama dengan sekitar 300 perguruan tinggi di 12 negara. SUN Education melayani ribuan pendaftar tiap tahunnya. Kenaikan calon mahasiswa Indonesia yang hendak kuliah di luar negeri bisa mencapai 20 persen tiap tahunnya.

Reikal Husin, Marketing Relation Manager Vista Education Services, mengatakan calon mahasiswa yang datang ada yang sudah tahu program studi dan negara yang dituju, sebagian besar lainya belum punya gambaran. ”Datang ke konsultan pendidikan bisa makin memantapkan pilihan bagi yang sudah tahu apa yang dimau,” ujar Reikal.

Namun, mengurus sendiri bukan berarti sulit atau ribet, asal aktif mencari-cari informasi. Apalagi jika sudah ada saudara atau kenalan yang pernah kuliah di luar negeri, masukan dari mereka juga cukup membantu untuk mempermudah pengurusan sendiri kuliah di luar negeri.

Mohammad Bilal Chaudhry, mahasiswa Jurusan Teknik Universitas Oxford, Inggris, memilih mengurus segala keperluan kuliahnya sendiri. ”Saya terbantu dengan sistem pendaftaran daring (online). Saya juga memiliki keluarga di sana (Inggris) yang dapat saya hubungi ketika mengalami kendala dalam proses itu,” ujar Bilal.

Bilal mengatakan, selain mengurus pendaftaran dengan sistem daring, dia mengirimkan paspor dan daftar nilai dari SMA. Meskipun berjarak ribuan kilometer, seluruh informasi terbaru mengenai proses pendaftaran selalu dia terima minimal satu bulan sebelum masa batas akhir melalui daring.

”Durasi pemberitahuan itu sangat membantu, termasuk ketika saya diminta untuk tes wawancara sehingga saya memiliki cukup waktu untuk mengurus visa,” ujar mahasiswa yang kini sedang menjalani semester tiga di kampusnya itu. Setelah dinyatakan lulus dokumen, sebagai persyaratan awal pendaftaran, Bilal bertolak ke Inggris untuk tes wawancara di universitas tersebut.

Dia tidak menjalani tes tertulis karena tempatnya mengenyam SMA, yaitu SMA Gandhi Memorial International School, Jakarta Utara, telah menerapkan standar kurikulum International Baccalaureate (IB) yang ujian akhirnya bisa langsung digunakan sebagai nilai kelulusan (passing grade) untuk mendaftar di universitas di Inggris.

Berbekal informasi dari saudara yang kuliah di Amerika Serikat, Rosalyna Wijaya (34) mengurus sendiri pendaftarannya saat kuliah S-1 di Amerika Serikat itu. ”Tidak sulit kok mendaftar, asal mau mencari informasi. Apalagi sekarang, kan, serba online, jadi memudahkan. Universitas yang ternama punya informasi yang rinci untuk kita. Sampai kita pun bisa mendapat gambaran kuliah yang bakal dijalani. Mengurus visa juga saat ini, kan, bisa online. Persyaratannya jelas, tinggal penuhi saja dokumen-dokumen yang harus disiapkan,” kata Rosalyna.

Kini, dengan keberadaan sistem daring, mendaftar kuliah di luar negeri menjadi lebih mudah. Namun, jika tidak cukup sabar dan ingin kemudahan, menggunakan bantuan jasa konsultan pendidikan juga tidak ada salahnya. (A07/ELN)

Sumber: Kompas, 30 Oktober 2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Balas Budi Penerima Beasiswa

Sejumlah anak muda bergerak untuk kemajuan pendidikan negeri ini. Apa saja yang mereka lakukan? tulisan ...

%d blogger menyukai ini: