Tiga Ilmuwan Dikukuhkan sebagai Profesor Riset

- Editor

Rabu, 19 September 2012

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dikukuhkan sebagai profesor riset. Ketiga ilmuwan tersebut adalah Dr. Muhamad Hisyam M.A. dari bidang komunikasi antar budaya, Dr. R. Siti Zuhro, M.A. dari bidang ilmu politik, dan Dr. Ir. Dwi Listyo Rahayu dari bidang oseanografi/oseanologi.

Masing-masing ilmuwan menyampaikan orasinya pada Selasa (18/9/2012) di auditorium LIPI, Jakarta. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintahan, diantaranya Anas Urbaningrum, Akbar Tanjung dan Wakil Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara, serta ilmuwan LIPI.

Hisyam memaparkan orasi berjudul “Dinamika Pelaksannan Syariah Islam di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sejarah.” Hisyam menguraikan bagaimana pelaksanaan syariah islam yang melibatkan negara dalam rentang waktu sejak berdirinya kerajaan-kerajaan islam di Nusantara hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari bidang ilmu politik, Dr. R. Siti Zuhro memaparkan orasi berjudul “Birokrasi dan Politik di Indonesia: Relasi Birokrasi, Politik, dan Masyarakat.” Beliau mengaitkan ketiga hal tersebut dengan otonomi daerah di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Sulit diingkari bahwa kualitas birokrasi yang buruk menjadi salah satu sumber keterbelakangan Indonesia” kata Zuhro dalam orasinya.

Ia juga mengatakan bahwa relasi politik dan birokrasi dalam praktiknya ditandai dengan ciri-ciri seperti adanya praktik lobi untuk mencari posisi atau jabatan dan intervensi politik dalam penentuan jabatan politik anggaran.

Sementara itu, Dwi Listyo Rahayu memaparkan orasi yang berjudul “Kelomang (Crustacea, Decapoda, Anomura) di Perairan Indonesia.”

Selama karirnya sebagai peneliti, ia memberikan sumbangan pengetahuan keanekaragaman jenis biota di Indonesia, dengan mempelajari taksonomi kelomang yang merupakan sebagian kecil dari megabiodiversitas laut Indonesia.

Dalam pidatonya, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Lukman Hakim mengaharapkan para profesor riset yang baru dilantik ini dapat menjadi ahli dan bisa menularkan ilmu yang mereka miliki kepada para peneliti muda, generasi penerus di masa yang akan datang. Adapun Profesor Riset adalah jabatan tertinggi dalam struktur peneliti LIPI, dan membawahi jabatan-jabatan lain seperti peneliti madya dan peneliti muda.

Editor :
yunan
Penulis : Anmaria Redi Pinta Dasyanti | Sumber: Kompas, Selasa, 18 September 2012 | 22:40 WIB
——————
LIPI Kukuhkan Tiga Profesor Riset 

LIPI kembali mengukuhkan tiga orang penelitinya menjadi profesor riset di bidang komunikasi antar budaya, ilmu politik dan oseanografi.

Mereka adalah Dwi Listyo Rahayu dengan orasi ilmiahnya di bidang oseanografi tentang kelomang di perairan Indonesia, Siti Zuhro tentang birokrasi dan politik Indonesia dan Muhammad Hisyam tentang dinamika pelaksanaan syari’ah Islam di Indonesia.

Dikukuhkannya tiga orang tersebut, secara nasional mereka berturut-turut menjadi profesor riset ke 375, 376 dan 377 dari 7.951 peneliti dan di lingkungan LIPI menjadi profesor riset ke 97, 98 dan 99 dari 1.384 peneliti.

Dalam acara tersebut juga hadir Wakil Menteri Pemberdayaangunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasodjo, Politisi Akbar Tanjung dan sejumlah anggota DPR dan politisi lainnya seperti politisi Partai Demokrat Anas Urbaningrum serta Politisi Partai Golkar Nurul Arifin. [R-15]

Sumber: lipi.go.id, Rabu, 19 September 2012

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 11 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB