Teknologi Kesehatan; Izin bagi Laboratorium Produsen Sel Punca

- Editor

Sabtu, 26 Oktober 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laboratorium Sel Punca Regenic PT Bifarma Adiluhung di bawah PT Kalbe Farma menjadi satu-satunya laboratorium yang memiliki izin untuk mengolah sel punca. Izin diperoleh pada 3 Juni 2013. Hingga kini, laboratorium itu sudah memproduksi 50 juta sel punca untuk terapi pengobatan lima pasien.

”Sel punca itu untuk pengobatan dua pasien patah tulang dan tiga pasien cedera tulang rawan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Teknologi ini masih tergolong mahal,” kata Kepala Laboratorium Sel Punca Regenic Yuyus Kusnadi kepada wartawan, Kamis (24/10), di Jakarta.

Menurut Yuyus, setiap pasien mendapat terapi dengan 10 juta sel punca. Perusahaan itu memasang harga Rp 40 juta per 10 juta sel punca.

Sebelumnya, Direktur Utama RSCM Czeresna H Soejono mengatakan, sejak tahun 2007 terapi sel punca diberikan kepada 35 pasien gangguan jantung, 25 pasien gagal jantung, 18 pasien patah tulang, dan 3 pasien diabetes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ratna Sitompul mengatakan, terapi sel punca masih diteliti dan belum terstandardisasi.

Menurut Yuyus, standardisasi terapi sel punca tidak dapat diberikan untuk metode autologous (pengambilan sumber sel punca dari pasien). Standardisasi bisa diberikan untuk terapi sel punca allogenic atau bersumber dari sel punca orang lain.

”Sel punca merupakan produk biomaterial. Badan Pengawas Obat dan Makanan yang berhak memberikan standardisasi,” katanya.

Menurut Yuyus, ada tiga standardisasi sel punca, yaitu menyangkut fasilitas laboratorium pengolahan sel punca, standar sel punca, dan cara pengobatannya. Standardisasi ketiganya sebetulnya merupakan hal yang sederhana, tetapi pemerintah belum memutuskan. (NAW)

Sumber: Kompas, 25 Oktober 2013

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 28 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB