Home / Berita / Silaturahmi Digital, Penanda Idul Fitri 1441 Hijriah

Silaturahmi Digital, Penanda Idul Fitri 1441 Hijriah

Silaturahmi digital akan menjadi penanda masa menyambut Idul Fitri 1441 Hijriah. Pandemi Covid-19 akan mendorong masyarakat menggunakan teknologi internet untuk menyambung silaturahmi di masa lebaran kali ini. Aplikasi telekonferensi video akan menjadi pilihan utama masyarakat.

Salah seorang yang akan menggunakan aplikasi telekonferensi video sebagai pengganti mudik adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini.

Helmy mengungkapkan, ia telah berencana dengan keluarga besarnya untuk menggelar silaturahmi via aplikasi Zoom. Hal ini karena Helmy dan keluarganya memutuskan untuk tidak mudik ke kampung halaman dari Jakarta.

Menurut rencana, silaturahmi digital tersebut akan menghubungkan Helmy beserta saudara-saudaranya dengan ibunda di Cirebon, Jawa Barat. Belasan kerabat Helmy di Jakarta dan Cirebon akan tersambung melalui aplikasi Zoom.

”Ini memang pengalaman baru dan sangat berat. Setiap tahun saya pasti mudik. Sekarang saya sudah rindu dengan ibu saya dan dengan kampung saya. Syukurlah ibu memberikan pengertian,” kata Helmy pada Rabu (20/5/2020) saat dihubungi dari Jakarta.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti pun serupa. Ia mengungkapkan, ini adalah Lebaran kali pertama dalam 17 tahun sejak tinggal di Jakarta ia memutuskan untuk tidak mudik ke Kudus, Jawa Tengah.

“Saya sedang bicarakan dengan keluarga. Biasanya saya memang selalu mudik ke Kudus. Ini tentu sangat berat, tetapi alhamdulillah, lewat komunikasi insyaallah keluarga memaklumi,” kata Abdul Mu’ti.

Untuk itu, Abdul Mu’ti mengingatkan pemerintah untuk menjamin ketersediaan kapasitas jaringan internet.

”Karena akan banyak keluarga yang bersilaturahim secara virtual, Pemerintah hendaknya menjamin ketersediaan jaringan dan kelancaran komunikasi. Jika ini tidak dapat dipenuhi berpotensi menimbulkan kaos di masyarakat,” kata Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti mengatakan, dalam situasi normal, dapat silaturahmi dilaksanakan langsung dengan saling mengunjungi yang memungkinkan interaksi fisik secara langsung.

KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO—Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti (kiri) saat menjadi pembicara dalam acara ”Merawat Persatuan, Menghargai Kebangsaan”, yang digelar oleh Gerakan Suluh Kebangsaan di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Selasa (14/1/2020).

Akan tetapi dalam situasi pandemi Covid-19, ia menilai silaturahmi dapat dilakukan melalui sambungan daring ataupun sarana komunikasi yang lain. Pertemuan keluarga yang biasanya dilaksanakan dalam bentuk family gathering, menurut dia, kini bisa dilakukan melalui Family Zoom Meeting.

Hakikat tetap sama
Abdul Mu’ti setuju bahwa suasana akan tetap berbeda dari biasanya. Akan tetapi, nilai dan hakikatnya sama, yaitu menyambung silaturahmi.

“Tujuan utama silaturahim adalah saling mendoakan dan menjalin persahabatan. Terkadang silaturahim juga dimaksudkan sebagai momen saling bermaaf-maafan,” kata Abdul Mu’ti.

Helmy pun menyampaikan pandangan senada. Menurut dia, kini teknologi sudah mulai bisa dinikmati oleh seluruh kelas sosial. Untuk itu, menurut dia, perlu masyarakat diajak untuk menggunakan media daring sebagai penyambung silaturahmi dalam situasi pandemik saat ini.

Helmy mengatakan, bersilaturahmi secara digital pada prinsipnya sudah bukan hal yang baru, tetapi hanya saat ini dalam cakupan yang lebih besar.

“Sudah banyak pengajian virtual melalui Facebook, Instagram, dan Youtube. Ini sudah mulai menjadi habbit, kebiasaan. Kondisi new normal saat ini sebetulnya kita sudah mulai melakukan itu sedikit demi sedikit,” kata Helmy.

—Rois Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen berbincang dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dalam silaturahmi virutal PCINU Sedunia yang digelar pada Selasa (19/5/2020).

Pada Selasa (19/5/2020) kemarin, PBNU pun menggelar silaturahmi virtual bersama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Kanal Youtube Muhammadiyah, Muhammadiyah Channel pun secara berkala menggelar diskusi bertajuk Kajian Daring Ramadan. Pada edisi ke-14 yang digelar Rabu (20/5/2020), diskusi itu menghadirkan sutradara Hanung Bramantyo dan Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Rommy Fibri Hardiyanto.

Pilihan selain Zoom
Aplikasi Zoom memang menjadi banyak pilihan masyarakat untuk bertelekonferensi pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Namun, dengan akun tingkat “Basic” yang gratis, ada sejumlah pembatasan.

Dengan tingkat akun ini, setiap tuan rumah dapat menggelar telekonferensi dengan anggota mencapai 100 partisipan, meski durasi akan dibatasi hanya 40 menit saja. Akun ”Pro” akan membuka batasan durasi ini dengan biaya langganan 15 dollar AS per bulan.

Alternatif dari Google, Meet, pada awalnya juga menyasar pelanggan korporat. Namun, kini Google memutuskan untuk menggratiskan Meet untuk seluruh pemilik akun Google.

Vice President G Suite Javier Soltero pada pekan lalu mengatakan, jumlah pengguna Meet per harinya meningkat hingga 30 kali lipat dibandingkan Maret lalu. Data yang dimilikinya juga menunjukkan bahwa setiap harinya, Meet digunakan untuk menggelar 3 miliar menit telekonferensi video per hari.

”Pada bulan lalu, setiap hari jumlah pengguna Meet bertambah 3 juta orang per hari. Ini yang menjadi alasan kami untuk membuka Meet kepada lebih banyak orang di seluruh dunia,” kata Soltero.

—Pengguna Gmail dapat memulai panggilan video Meet melalui laman surelnya.

Untuk memulai menggelar telekonferensi Google Meet, pengguna cukup ke meet.google.com. dan mengklik ”Start a meeting”. Laman ini juga digunakan untuk memasukkan kode pertemuan yang dibagikan oleh penyelenggara telekonferensi. Pengguna juga memulai pertemuan melalui laman Gmail-nya.

Facebook mengatakan bahwa komunikasi via video kini meningkat drastis. Setiap hari, ada 700 juta akun yang terlibat panggilan video melalui Whatsapp ataupun Messenger. Di beberapa negara, jumlah panggilan video ini bahkan berlipat ganda.

Melihat ketertarikan publik yang besar terhadap silaturahmi digital ini, Facebook meluncurkan layanan Messenger Rooms. Layanan ini gratis, dapat diakses langsung melalui laman Facebook Anda ataupun aplikasi Messenger di platform Android dan iOS. Rooms dapat menampung 50 partisipan tanpa batasan waktu.

—Pengguna dapat memulai panggilan Room dari laman web Facebook di sisi kanan atas, di bawah bagian Messenger.

Chief Privacy Officer Facebook Erin Egan mengatakan, pihak yang menjadi tuan rumah (host) dapat memastikan bahwa yang bergabung hanya orang-orang yang diinginkan. Tuan rumah dapat mengunci akses Rooms setelah panggilan dimulai.

Tuan rumah juga dapat mengeluarkan partisipan dari ruang pertemuan tersebut. Selain itu, mereka yang sudah Anda blok di Facebook tidak akan bisa bergabung pada telekonferensi yang dibuat. Aplikasi Whatsapp juga meningkatkan jumlah partisipan panggilan video dari empat orang menjadi delapan orang.

Oleh SATRIO PANGARSO WISANGGENI

Sumber: Kompas, 20 Mei 2020

Share
x

Check Also

Asal-Usul dan Evolusi Padi hingga ke Nusantara

Beras berevolusi bersama manusia sejak pertama kali didomestifikasi di China sekitar 9.000 tahun lalu. Dengan ...

%d blogger menyukai ini: